Jakarta, Semangatnews.com – Persiapan Tim Nasional Indonesia Sepak Bola menghadapi ajang FIFA Series 2026 mendadak terganggu setelah salah satu penyerang tim mengalami cedera serius saat sesi latihan bersama klubnya. Kabar ini datang hanya beberapa pekan sebelum Garuda memulai laga perdana turnamen yang akan berlangsung pada akhir Maret mendatang.
Penyerang muda bernilai pasar sekitar Rp 1,3 miliar, Mauro Zijlstra, dipastikan absen dalam pertandingan klubnya setelah menderita cedera paha depan saat sesi latihan. Cedera ini juga berpotensi membuatnya tak bisa merumput bersama timnas di FIFA Series 2026.
Zijlstra mengalami cedera tersebut saat melakukan tembakan ke gawang di latihan akhir pekan lalu yang dipimpin oleh pelatih klubnya. Aksi itu semula tampak normal, namun otot paha bagian depan sang striker justru bermasalah beberapa saat setelahnya.
Pelatih klub, Mauricio Souza, mengkonfirmasi bahwa pemain tersebut sudah dipastikan tidak bisa tampil di laga klub dan sedang dipantau oleh tim medis untuk proses pemulihan lebih lanjut.
Situasi ini menjadi pukulan bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang tengah menyusun rencana skuad untuk menghadapi lawan pertama di FIFA Series pada 27 Maret mendatang. Tanpa Zijlstra, Herdman dipaksa memutar otak mencari opsi baru di lini serang.
Rencana strategi serangan Timnas Indonesia diyakini akan berubah jika Zijlstra benar‑benar absen. Nama Ole Romeny diprediksi akan menjadi opsi utama sebagai striker utama andai Zijlstra tidak cepat pulih.
Dampak cedera ini tidak hanya dirasakan oleh timnas, tetapi juga klub tempat Zijlstra bernaung yakni Persija Jakarta. Absennya pemain muda ini telah membuat tim kesulitan di lini depan saat menghadapi Borneo FC pada laga terakhir.
Pelatih Herdman sendiri belum memberi pernyataan resmi soal perubahan formasi atau kemungkinan pemanggilan striker lain untuk menggantikan Zijlstra. Namun banyak pengamat percaya dia akan melihat opsi lain dari Super League maupun kompetisi domestik lainnya.
Ketidakpastian ini menambah tantangan Herdman yang sebelumnya juga harus melihat kondisi kebugaran pemain lain yang tengah masuk masa pemulihan cedera. Faktor ini membuat persiapan timnas semakin kompleks menjelang FIFA Series.
Meski begitu, muncul kabar positif dari pemain lain seperti Ragnar Oratmangoen yang baru kembali merumput di klubnya setelah absen cukup lama karena cedera lutut, memberi sinyal harapan tambahan di lini serang Garuda.
Situasi ini membawa dinamika tersendiri dalam persiapan Timnas Indonesia. Herdman disebut harus segera memutuskan strategi terbaik untuk lini serang tanpa kehilangan kekuatan dan ambisi kompetitif tim di panggung internasional.(*)

