IHSG Amblas ke 7.661, Pasar Saham RI Terkapar di Tengah Gejolak Global

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan gejolak yang tajam pada perdagangan Rabu (4/3/2026), terpental turun sebanyak 280,37 poin atau melemah 3,50 persen ke level 7.661,21 pada sesi pagi. Penurunan tajam ini menjadi sorotan pelaku pasar karena nilai indeks kini mendekati area psikologis penting dan mengindikasikan sentimen negatif yang kuat di lantai bursa.

Koreksi IHSG ini dimulai sejak pembukaan perdagangan yang sudah dibuka melemah signifikan di kisaran 7.896,37, mencerminkan kehati‑hatian investor pada awal transaksi hari tersebut. Pergerakan negatif ini mendapat tekanan dari aksi jual besar‑besaran yang meluas ke berbagai sektor saham.

Sentimen negatif itu tidak lepas dari perkembangan konflik global yang terus memicu gelombang risk‑off di pasar modal, di mana investor lebih memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman. Hal ini terlihat dari limpahan aksi jual yang keras di banyak saham unggulan.

Menurut analis pasar, volatilitas IHSG masih akan tinggi menyusul tekanan eksternal yang masih belum mereda. Beberapa pelaku pasar memperkirakan indeks bisa terus cenderung bearish dalam beberapa sesi ke depan, karena ketidakpastian global masih dominan.

Tekanan pasar juga sejalan dengan naiknya harga minyak global yang dipicu kekhawatiran atas gangguan pasokan di tengah eskalasi geopolitik. Kenaikan minyak sering kali berdampak pada persepsi risiko investor, sehingga mendorong mereka untuk mengurangi kepemilikan saham.

Bursa Asia hari ini juga menampilkan tren merah secara luas, dengan indeks lain seperti KOSPI di Korea Selatan dan bursa utama regional turut melemah mengikuti sentimen risk‑off global yang melanda pasar keuangan. Hal ini turut memberi tekanan lanjutan pada IHSG.

Investor domestik dan asing sama‑sama memicu aksi jual, yang tercermin dari volume perdagangan yang tinggi namun didominasi oleh transaksi jual. Banyak saham dalam indeks LQ45 juga mencatat penurunan signifikan, yang memperkuat tekanan indeks keseluruhan.

Sementara itu, sektor‑sektor strategis seperti keuangan, industri, dan infrastruktur mengalami koreksi yang cukup besar. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa pelemahan bisa meluas ke sektor lain jika sentimen negatif tidak segera mereda.

Pandangan teknikal menunjukkan IHSG telah menembus level support yang kerap dijadikan patokan oleh pelaku pasar. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa indeks bisa melemah lebih jauh jika tidak segera ada dukungan sentimen positif yang kuat.

Beberapa pengamat menilai bahwa pasca tekanan ini, pasar saham Indonesia membutuhkan katalis positif seperti penurunan ketegangan geopolitik atau data ekonomi domestik yang kuat untuk meredakan tren negatif yang sedang berlangsung. Tanpa katalis tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut.

Kendati demikian, sejumlah investor memilih mencari peluang beli di tengah koreksi sebagai strategi jangka panjang, dengan harapan bahwa harga saham akan kembali pulih setelah sentimen membaik dan momentum pasar kembali positif.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.