SEMARANG, SEMANGATNEWS.COM – Semangat kebersamaan kembali terlihat dalam pelaksanaan program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714 Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Di bawah terik matahari, personel Satgas TMMD bersama warga terus bekerja tanpa mengenal lelah menyelesaikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dimulai dari pekerjaan yang paling mendasar, yakni pembuatan pondasi sebagai penopang utama bangunan.
Anggota Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong menuangkan campuran material ke dalam lubang pondasi yang telah dipersiapkan. Setiap sekop pasir, semen, dan batu yang disusun dengan teliti menjadi bagian penting dalam membangun rumah yang kokoh dan aman untuk dihuni.
Meski pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga ekstra dan ketelitian tinggi, seluruh personel tetap bekerja dengan penuh semangat karena menyadari bahwa setiap proses yang dilakukan akan menentukan kualitas bangunan di masa mendatang, Rabu (22/7/2026)
Pengerjaan pondasi merupakan tahapan yang sangat vital dalam pembangunan sebuah rumah. Oleh karena itu, Satgas TMMD memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai standar konstruksi agar bangunan memiliki kekuatan yang optimal dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Semangat profesionalisme tersebut dipadukan dengan budaya gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Desa Cukil.
Tidak hanya anggota TNI, warga sekitar juga turut ambil bagian dalam proses pembangunan. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan TMMD merupakan hasil kerja bersama antara TNI dan masyarakat. Saling membantu mengangkat material, mencampur adukan, hingga mengisi pondasi dilakukan tanpa mengenal perbedaan, mencerminkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Program rehabilitasi RTLH ini tidak hanya bertujuan menghadirkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Rumah yang dibangun melalui program TMMD diharapkan mampu menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
Di balik setiap pekerjaan fisik yang dilakukan, tersimpan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian yang menjadi ruh dari pelaksanaan TMMD. Kehadiran Satgas di tengah masyarakat bukan sekadar menyelesaikan target pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan serta menumbuhkan semangat gotong royong yang telah menjadi warisan bangsa.
Melalui pembangunan RTLH ini, TMMD Reguler Ke-129 kembali membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah bangunan, tetapi juga dari tumbuhnya rasa persatuan dan kepedulian antarsesama. Dari pondasi yang sedang dikerjakan hari ini, lahirlah harapan baru akan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Cukil, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa TNI senantiasa hadir bersama rakyat dalam membangun negeri, mulai dari desa. (*)

