Dharmasraya Banjir Duku Petani Panen Raya

oleh -

Cita Rasa Kalahkan Duku Daerah Lain

Dharmasraya,Semangatnews-
Sejak Satu bulan terakhir ini masyarakat kabupaten Dharmasraya pada umumnya disibukkan oleh panen buah Duku atau dalam bahasa latin dikenal dengan lansium domesticon corr.
Tidak kurang empat bulan ke depan ribuan ton buah Duku akan keluar dari daerah tersebut, dan Dharmasraya merupakan kabupaten satu satunya penghasil Duku terbesar di Sumatera Barat.

Adalah Ilham(41 th), seorang yang telah menggeluti bisnis buah musiman ini sejak tahun 1998 lalu.
Warga Koto Baru ini menjelaskan, hampir setiap nagari dalam kabupaten Dharmasraya ini masyarakatnya memiliki tanaman duku, rata-rata tanaman Duku yang ada tersebut telah berusia puluhan, bahkan ratusan tahun, bukan berarti tidak ada masyarakat yang membudidayakan dalam jumlah yang luas, tapi itu tidak banyak, terang beliau.

Sungguhpun demikian, untuk saat ini tidak kurang 60 hingga 70 juta rupiah perhari melakukan transaksi jual beli kepada pemilik kebun.
Ketika ditanya lebih jauh, Ilham, saudagar Duku yang tergolong memiliki jaringan pasar nan luas ini mengatakan, “bahwa cita rasa buah Duku Dharmasraya cukup diminati oleh konsumen, mengalahkan rasa Duku dari daerah lain di Indonesia ini. Cuman di pasaran termasuk Medan, Jawa dan Kalimantan orang lebih mengenal Duku Palembang, padahal datangnya dari daerah kita Dharmasraya, jadi merek dagang di pasar sudah dikuasai oleh Palembang, ulasnya.
Senada dengan Ilham, Tokoh Masyarakat Dharmasraya, Taufik Syukur Tuangku Rajo Bosau, beliau berharap ke depan Pemerintah Daerah melalui instansi terkaitnya, bagaimana ikut mencari terobosan baru terutama dalam hal pembudidayaan serta ikut mencari pasar potensial, contoh, Manggis yang telah mampu menembus pasar Asean, tentu dari sisi harga ini sangat membantu masyarakat, dan devisa bagi daerah tentunya. Kemudian pemerintah mesti hadir, ketika masyarakat mulai bergairah membudidayakan tanaman holtikultura ini, pemerintah punya fasilitas untuk itu, “ujar Datuak Tuangku Rajo Bosau yang juga seorang pelaku usaha tanaman Hortikultura di kabupaten ini.
Secara terpisah, Peneliti tanaman Duku dari Balitbu Tropika BPTP Aripan Solok yang wilayah kerjanya juga mencakup UPT Balitan Gunung Medan, Ir.Eldison melalui telepon seluler nya Minggu,(9/2) mengatakan kepada Semangat News, “budidaya tanaman Duku, sebagai jenis tanaman holtikultura unggulan kabupaten Dharmasraya pada tahun 2010 lalu telah dilakukan upaya percobaan budidaya dengan sistem tekhnologi tepat guna, artinya mengupayakan mempercepat masa mulai buah 7-8 tahun lebih cepat dibanding yang alami, dalam rentang waktu 10-15 tahun baru mulai berbuah, “katanya. Praktek kawin sambung telah kita coba, bisa berhasil, tapi entah kenapa, Pemda Dharmasraya waktu itu kurang respon, saya juga tidak tahu alasannya, padahal kabupaten Dharmasraya adalah daerah potensial untuk tanaman Duku di Indonesia, “ujar bapak Eldison yang mengakui Duku Dharmasraya termasuk tanaman buah yang paling banyak disukai masyarakat Indonesia.(rsy)