Dokter Ini Enggan Diperiksa Tim Satgas Covid 19 di Perbatasan Masuk Kota Padang, Lalu Cekcok

by -

Dokter Ini Enggan Diperiksa Tim Satgas Covid 19 di Perbatasan Masuk Kota Padang, Lalu Cekcok

Semangatnews,Padang- Enggan diperiksa saat melewati perbatasan dan membanggakan dirinya seorang dokter di SPH dan RSUD Painan, dokter ini adu mulut dengan petugas di perbatasan Padang – Pessel, Rabu 13 Mei 2020.

Adalah dr. M Jhon Abrahim,  SP Kj yang katanya bekerja di  RSUD Pessel dan RS Semen Padang Hospital) memperlihatkan arogansinya kepada petugas Pos Satgas Covid 19.

Kronologis peristiwa yang dibuat laporannya oleh tim dengan komandan  Danramil Bungus Kapten Inf Azwar telah viral pada medsos, WA grup, termasuk  WA grup IJTI Sumbar, seperti dikutip Semangatnews.com.

Awal peristiwa , Rabu, 13 Mei 2020 sekitar pukul 14.35 wib telah terjadi tindakan arogansi dari dr. M Jhon Abrahim,  SP Kj (RSUD Pessel dan RS Semen Padang Hospital) kepada petugas Pos Satgas Covid 19 perbatasan Padang-Pessel Jl. Raya Bungus simpang Sungai Pisang Kelurahan Teluk Kabung Selatan Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang.


Dijelaskan, pada saat itu melintas Mobil Pajero Putih nopol BA 1649 BZ dari arah Painan menuju Kota Padang yang  dihentikan oleh 2 orang anggota Satpol PP untuk diperiksa KTP dan suhu badan ybs.

Mobil kendaraan Pajero  yang dikendarai dr M Jhon tersebut berhenti dan langsung bilang kepada anggota Satpol PP Kota Padang,” kamu kurang sopan dan kayak preman” dan lalu  terjadi cekcok mulut.

Pengendara Mobil Pajero dr M Jhon tersebut mengaku ,”saya dokter di RS Semen Padang Hospital”.

Lalu dijawab  Satpol,  semestinya kalau anda seorang dokter lebih mengerti peraturan portokoler Covid 19.


Melihat 2  anggota Satpol PP adu mulut dengan dokter lalu Danpos Perbatasan Padang-Kab. Pessel Danramil Bungus Kapten Inf Azwar mendatangi dan  menyampaikan  kepada  dr M Jhon bahwa dirunya Danpos perbatasan ini.


“Kalau dua anggota Satpol PP tersebut kurang sopan nanti saya tegor tetapi kurang sopannya dimana”, tanya Azwar seraya melanjutkan  mereka bertugas sudah sesuai SOP Portokoler Covid 19 bahwa yang bisa masuk ke kota Padang hanya yang memiliki KTP Kota Padang.

Menanggapi hal tersebut dr M Jhon mengatakan bahwa kedua Satpol PP tersebut gaya preman.

Kemudian salah seorang anggota Satlantas Kota Padang Aiptu Mety mengatakan, kalau anda seorang dokter semestinya lebih mengerti peraturan PSBB .


Tapi jawaban  dr M Jhon tetap mengatakan jangan gaya premanlah.

Kemudian  Pihak Pam Satgas Covid 19 menyuruh ybs meninggalkan lokasi dan dr M Jhon sempat berkata saya dari BNN Sumbar kalau cari saya di BNN Sumbar.

Tindakan arogansi dokter M Jhon ini untuk yang kedua kalinya dialami  Petugas Satgas Covid 19 batas Painan-Kab. Pessel . Ia tetap tidak mau menujukkan KTP ataupun identitas lainnya.(zln).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.