Jakarta, Semangatnews.com – Timnas Italia mulai membuka lembaran baru setelah kegagalan mereka melaju ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Bosnia-Herzegovina memang masih membekas, tetapi skuad Gli Azzurri kini memilih berkonsentrasi pada perjalanan baru bersama Roberto Mancini.
Italia tersingkir setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Bosnia di Zenica pada Maret lalu. Kekalahan tersebut membuat Italia kembali gagal tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Gianluigi Donnarumma menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung beratnya situasi tersebut. Sang kapten mengungkapkan bahwa periode setelah pertandingan berlangsung sangat sulit dan musim panas terasa panjang bagi dirinya maupun rekan-rekannya.
Meski demikian, Donnarumma menilai tim harus segera bangkit. Ia menyebut Italia kini memiliki tekad besar untuk memulai perjalanan baru dan membangun kembali tim nasional dengan fondasi yang lebih kuat.
Menariknya, para pemain Italia tidak banyak membahas kembali kekalahan dari Bosnia. Donnarumma mengatakan topik tersebut hanya sempat dibicarakan selama beberapa menit karena para pemain tidak ingin kembali membuka luka yang masih terasa.
Fokus Italia kini beralih kepada generasi pemain yang lebih muda. Sejumlah talenta baru mulai mendapat kesempatan untuk masuk ke skuad, sementara pemain senior memiliki tugas membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan tim nasional.
Kembalinya Roberto Mancini menjadi bagian penting dari perubahan tersebut. Pelatih yang pernah mengantarkan Italia menjuarai Euro 2020 itu kembali menangani Gli Azzurri dengan misi membangun tim yang mampu bermain lebih aktif dan agresif.
Donnarumma menyatakan dirinya percaya terhadap filosofi permainan Mancini. Italia ingin lebih sering mengambil inisiatif, menguasai jalannya pertandingan, serta tampil proaktif ketika menghadapi lawan-lawan kuat.
Ujian pertama Italia datang saat mereka menjamu Belgia di Stadion Olimpico. Pertandingan UEFA Nations League tersebut akan menjadi panggung awal bagi Mancini dan para pemainnya untuk memperlihatkan wajah baru Gli Azzurri setelah kegagalan di kualifikasi Piala Dunia.
Bagi Donnarumma, pertandingan ini juga menjadi kesempatan untuk kembali mendekatkan tim nasional dengan para pendukung. Ia berharap performa Italia mampu membangkitkan kembali antusiasme publik terhadap tim yang sempat mengalami kekecewaan besar.
Setelah Belgia, Italia akan menghadapi rangkaian pertandingan berat lainnya. Gli Azzurri dijadwalkan bertemu Turki dan Prancis pada akhir September dan awal Oktober, sebelum kembali menghadapi Turki di Bologna dalam lanjutan agenda UEFA Nations League.(*)

