Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.900-an: Ini Sentimen yang Jadi Sorotan

by

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pasar pada Jumat (25/9/2026). Dolar AS menguat dan berada di kisaran Rp17.930 pada perdagangan pagi, sementara rupiah bergerak melemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Data Bloomberg yang dikutip detikFinance mencatat dolar AS berada di level Rp17.930. Angka tersebut menunjukkan penguatan sebesar 0,08 persen dari posisi perdagangan sebelumnya.

Data ANTARA juga mencatat rupiah dibuka di level Rp17.933 per dolar AS. Posisi itu melemah 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.916.

Pergerakan rupiah tersebut terjadi di tengah perhatian pasar terhadap kondisi ekonomi global. Kebijakan bank sentral AS menjadi salah satu faktor yang terus dicermati karena dapat memengaruhi arus modal dan pergerakan mata uang negara berkembang.

Ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter AS kembali menguat setelah sejumlah data ekonomi Negeri Paman Sam menunjukkan aktivitas yang relatif kuat. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.

Kenaikan imbal hasil US Treasury turut menjadi faktor yang memperkuat dolar. Bank Indonesia mencatat yield US Treasury tenor 10 tahun mencapai 5,11 persen, tertinggi sejak 2007, di tengah kekhawatiran terhadap inflasi global dan prospek fiskal AS.

Tekanan lain datang dari pasar energi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia sehingga harga minyak Brent kembali menembus US$100 per barel.

Kenaikan harga minyak berpotensi menambah perhatian terhadap inflasi global. Bagi negara yang membutuhkan impor energi, perubahan harga minyak dapat ikut memengaruhi kebutuhan valuta asing dan kondisi neraca perdagangan.

Sementara itu, faktor domestik juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Bank Indonesia menyebut kebutuhan dolar dari importir meningkat menjelang berakhirnya kuartal III 2026, bersamaan dengan adanya arus keluar portofolio dari aset emerging markets.

Pemerintah mengaku terus memantau kondisi tersebut. Airlangga Hartarto menilai pergerakan naik-turun nilai tukar merupakan bagian dari dinamika pasar dan pemerintah akan terus melihat perkembangannya.

Dengan dolar yang kembali bertahan di atas Rp17.900, arah rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan The Fed, pergerakan imbal hasil obligasi AS, harga minyak, kondisi geopolitik, serta arus valuta asing di dalam negeri. Perubahan faktor-faktor tersebut akan menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan berikutnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.