DPRD Kota Padang Reses Masa Sidang I Tahun 2026, Pimpinan Menjemput Aspirasi dan Memberikan Solusi

by

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – DPRD Kota Padang menggelar reses masa sidang I tahun 2026 tanggal 2-6 September 2026.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar mengatakan reses kewajiban konstitusional dengan melakukan kegiatan di luar sidang resmi.

“Tujuannya untuk menyerap aspirasi, keluhan, dan kebutuhan masyarakat serta menjembatani suara rakyat dengan kebijakan pembangunan,” terangnya.

 

Ketua DPRD Padang H. Muharlion, S. Pd Reses di Kelurahan Bungo Pasang

Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion meninjau kondisi lingkungan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Kompleks Graha Bungo Mas, RT 05/RW 01, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (5/9/2026).

DPRD Kota Padang Reses Masa Sidang I Tahun 2026, Pimpinan Menjemput Aspirasi dan Memberikan Solusi
DPRD Kota Padang Reses Masa Sidang I Tahun 2026, Pimpinan Menjemput Aspirasi dan Memberikan Solusi

Kedatangan Muharlion menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah pembangunan jalan utama dan jalan lingkungan di kompleks tersebut yang kondisinya masih memprihatinkan.

Muharlion mengatakan, kawasan Graha Bungo Mas saat ini telah dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK). Menurutnya, dengan jumlah warga yang cukup banyak, kebutuhan terhadap infrastruktur dasar dan fasilitas umum menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

“Alhamdulillah, hari Sabtu sore ini kita bisa bersilaturahmi di Kompleks Graha Bungo Mas. Aspirasi masyarakat sebelumnya terkait pembangunan jalan, sebagian memang sudah kita realisasikan pada 2026. Hari ini kita lihat langsung kondisi di lapangan dan memang masih cukup memprihatinkan,” ujar Muharlion.

Muharlion menyebutkan, pembangunan jalan utama akan kembali diperjuangkan agar dapat dilanjutkan secara bertahap pada 2027. Selain jalan utama, warga juga mengusulkan perbaikan sejumlah jalan lingkungan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.

Selain persoalan infrastruktur jalan, warga juga menyampaikan kebutuhan akan fasilitas pelayanan masyarakat, khususnya Posyandu. Muharlion mengatakan, kawasan tersebut belum memiliki Posyandu sendiri, sementara mayoritas warga merupakan pasangan usia produktif yang memiliki cukup banyak balita.

“Di sini ada sekitar 300 KK, tetapi Posyandu masih harus keluar dari kawasan ini. Harapan masyarakat tentu mereka memiliki Posyandu sendiri, termasuk gedung atau fasilitas yang memadai,” katanya.

Tidak hanya Posyandu, warga juga mengharapkan adanya fasilitas bersama seperti balai warga atau tempat berkumpul masyarakat serta pos pemuda. Menurut Muharlion, fasilitas tersebut penting untuk menunjang kegiatan sosial dan kemasyarakatan warga di kawasan yang terus berkembang tersebut.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah banjir. Muharlion menyebut kawasan Bungo Pasang dan sekitarnya kerap mengalami banjir ketika hujan lebat. Karena itu, menurutnya, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan pengendalian aliran air secara menyeluruh.

“Persoalan banjir ini harus ada alirannya sampai ke Linggar Jati. Nanti kita coba diskusikan dengan Balai Sungai, karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota. Kita akan coba carikan solusi untuk persoalan yang ada di sini,” ujarnya.

Muharlion berharap dukungan berbagai pihak, termasuk terkait ketersediaan dan konsolidasi lahan, dapat mempercepat penanganan persoalan tersebut. Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah.

Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPRD Kota Padang yang telah datang langsung melihat kondisi lingkungan mereka. Ia berharap perhatian terhadap pembangunan jalan utama dapat dilanjutkan hingga tuntas pada tahun depan.

“Harapan kami, ibaratnya beliau sudah memberikan permulaan. Jalan utama kami sekitar seratus meter. Mudah-mudahan dapat diselesaikan tahun depan sehingga jalan utama ini bisa kami lalui tanpa kendala. Banyak motor dan mobil yang rusak karena kondisi jalan, jadi itu harapan kami yang utama,” pungkasnya.

Wakil Ketua Mastilizal Aye, SH Reses di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang

Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye Gelar Reses di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang, Minggu (6/9/2026)

Langkah ini sengaja diambil untuk menjangkau serta mendengarkan secara langsung aspirasi dari para pelaku dan insan sepak bola di Kota Padang.Kata Aye.

Mastilizal Aye menegaskan bahwa memilih lokasi di luar ruangan merupakan langkah agar interaksi terasa lebih tepat sasaran.

Menurutnya, masalah sepak bola harus ditinjau langsung di tempat ekosistem itu tumbuh dan berkembang.

“Reses ini memang tugas kita sebagai anggota DPRD untuk menjemput aspirasi masyarakat. Tapi saya sengaja datang ke lapangan, karena sepak bola ya tempatnya di lapangan. Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan SSB, pelatih, atlet, dan insan sepak bola,” ujar Aye.

Mastilizal Aye menyoroti bahwa Kota Padang sejatinya tidak pernah kehabisan talenta muda potensial. Banyak anak-anak daerah yang memiliki bakat alami, namun pengembangannya kerap terhambat akibat minimnya fasilitas pendukung serta tidak tersedianya ajang kompetisi yang rutin dan terstruktur.

Oleh karena itu, Aye mendorong agar SSB di Padang tidak sekadar dijadikan tempat pengisi waktu luang bagi anak-anak pada sore hari.

SSB harus didorong menjadi bagian utama dari sistem pembinaan atlet profesional yang berjenjang, terukur, dan berkelanjutan.

“Kita punya banyak anak-anak berbakat. Jangan sampai bakat mereka berhenti hanya karena tidak ada fasilitas, tidak ada kompetisi, atau pembinaannya tidak berkelanjutan. Anak-anak ini adalah aset Kota Padang yang harus kita siapkan sejak usia dini,” tegasnya.

Selain melahirkan atlit berprestasi, pembinaan olahraga yang masif juga dinilai efektif sebagai benteng pencegahan kenakalan remaja.

Semakin banyak anak muda yang disibukkan dengan kegiatan positif di lapangan, semakin kecil pula risiko mereka terjerumus ke dalam perilaku negatif.

Mastilizal Aye mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi membenahi ekosistem olahraga di daerah.

Upaya memajukan sepak bola Padang menurutnya butuh sinergi erat antara pemerintah daerah, DPRD, PSSI, pengurus klub, peran orang tua, hingga dukungan dari dunia usaha.

Wakil Ketua Osman Ayub Reses di Banang Cafe Nanggalo

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, mennjemput aspirasi warga di Banang Cafe Nanggalo pada 2–5 September 2026. puluhan warga hadir memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan krusial yang tengah terjadi di lingkungan mereka.

Ada dua isu utama yang paling banyak disuarakan warga dalam pertemuan tersebut adalah kerumitan tata cara pengurusan dana hibah serta perbaikan infrastruktur drainase atau riol yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu.

Terkait dana hibah, masyarakat mengaku masih kebingungan memahami prosedur pengajuan proposal.

Banyaknya mata anggaran serta skema pembagian hibah yang beragam dari pemerintah daerah membuat pengurus organisasi, tempat ibadah, hingga kelompok masyarakat kerap mengalami kendala administratif.

Warga berharap adanya kejelasan alur dan pendampingan yang lebih intensif agar bantuan hibah tersebut benar-benar bisa diakses dan dirasakan manfaatnya secara tepat sasaran tanpa terbentur aturan yang membingungkan.

Persoalan infrastruktur pasca-bencana juga menjadi sorotan tajam. Warga mendesak agar pemerintah kota bersama DPRD segera merealisasikan perbaikan riol yang rusak.

Kondisi drainase yang tersumbat dan hancur dikhawatirkan memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani secara cepat.

Menanggapi keluhan tersebut, Osman Ayub menegaskan akan mengawal seluruh aspirasi warga hingga ke tingkat pembahasan anggaran Pemko Padang.

Menurut Osman Ayub masalah infrastruktur mendasar seperti riol dan kemudahan akses dana hibah bagi masyarakat adalah prioritas yang harus segera diselesaikan.

Politisi kawakan dari Partai Nasdem ini juga berjanji akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar perbaikan drainase pasca-bencana bisa masuk dalam skala prioritas penanganan cepat, sekaligus meminta OPD teknis memberikan sosialisasi yang lebih transparan terkait mekanisme dana hibah.

Wakil Ketua Jupri Reses di Mushalla Nurul Zikilah, Gurun Laweh

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri, SAP., melaksanakan kegiatan reses masa sidang I Tahun 2026 di Mushalla Nurul Zikilah, Kelurahan Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Jumat (5/9/2026) siang.

Kegiatan reses tersebut menjadi momentum bagi Jupri untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi, masukan dan kebutuhan warga yang nantinya akan diperjuangkan melalui lembaga legislatif.

Jupri menyampaikan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat.

Menurutnya, pertemuan seperti ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat.

Jupri menegaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan dalam penyusunan program pembangunan Kota Padang.

Aspirasi tersebut, kata Jupri, akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah serta kemampuan anggaran yang tersedia.

“Reses ini adalah kesempatan kita untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Jupri.

Jupri juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan dalam mengawal pembangunan di Kelurahan Gurun Laweh Nan XX.

Menurutnya, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Sementara itu, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan reses tersebut menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam menyampaikan aspirasi.

Mulai dari unsur pemerintahan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan reses.

Melalui kegiatan tersebut, Jupri berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD Kota Padang semakin kuat.

Jupri berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Gurun Laweh Nan XX agar bisa menjadi perhatian dalam agenda pembangunan Kota Padang ke depan.

Kegiatan ini hadir Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Lubuk Begalung, Liswin, yang mewakili Camat Lubeg. Turut hadir Lurah Gurun Laweh, Vebrinanda, Ketua Majelis Taklim Gurun Laweh, Hj. Farida, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Hadir unsur masyarakat dari berbagai elemen, mulai dari tokoh pemuda, Bundo Kanduang, Karang Taruna, niniak mamak, hingga Ketua dan pengurus Mushalla Nurul Zikilah. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.