PADANGPANJANG, SEMANGATNEWS.COM – Dr. Yandri, S.Sn, M.Sn terpilih menjadi Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang periode 2026-2030 dalam pemilihan yang berlangsung Kamis kemarin, 1/10/2026 setelah bersaing dengan kandidat calon Rektor Dr. Febri Yulika, S.Ag (petahana) dan Dr. Irwan, S.Pd., M.Pd.
Calon Rektor nomor urut 1, Dr. Yandri, S.Sn, M.Sn memperoleh dukungan suara anggota senat dan suara kementerian dengan meraih 30 suara, sementara suara petahana Dr. Febri Yulika, S.Ag 12 suara dan Dr. Irwan, S.Pd., M.Pd tidak memperoleh suara, tidak sah 4 suara.
Menurut informasi yang diperoleh, Dr. Yandri, S.Sn, M.Sn dijadwalkan mulai menjalankan tugas setelah berakhirnya masa jabatan rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang Dr. Febri Yulika, S.Ag pada 22 Desember 2026 mendatang.
Dalam catatan semangatnews.com sebelumnya yang dilansir dari ig.isipadangpanjang disebutkan ; melalui Sidang Tertutup Senat di Gedung Rektorat, Jumat (17/07/26) lalu secara resmi telah menetapkan tiga calon Rektor yang siap melaju ke tahap berikutnya melalui sidang yang berlangsung tertib dan demokratis yang dipimpin langsung Ketua Senat, Yunaidi, S.Sn, M.Sn dihadiri 31 anggota senat.
Melalui proses penyaringan sebelumnya bakal calon berjalan ketat melalui dua putaran pemungutan suara tertutup. Putaran pertama, Dr. Yandri, S.Sn., M.Sn. memimpin dengan perolehan 19 suara, disusul Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum 12 suara. Karena posisi ketiga belum terisi, senat menggelar putaran kedua yang mempertemukan dua bakal calon tersisa, hingga akhirnya Dr. Irwan, S.Pd., M.Pd. berhasil mengamankan tempat ketiga setelah meraih 18 suara.
Dengan hasil penyaringan tersebut, Senat menetapkan tiga nama resmi sebagai Calon Rektor ISI Padangpanjang Periode 2026–2030 berdasarkan urutan jumlah suara terbanyak, yakni : Dr. Yandri, S.Sn, M.Sn, Dr. Febri Yulika, S.Ag, M.Hum dan Dr. Irwan, S.Pd., M.Pd hingga mengantarkan Dr, Yandri, S.Sn. M.Sn memperoleh suara terbanyak.
Seluruh tahapan ini mencerminkan komitmen ISI Padangpanjang dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Melalui proses yang profesional ini, kampus optimistis akan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa ISI Padangpanjang semakin unggul, inovatif, berbudaya, dan berdaya saing global.
Sebanyak 31 anggota Senat ISI Padangpanjang memiliki hak suara dalam pemilihan tersebut.
Hak suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar 35 persen dikonversikan menjadi 16 suara.
Pemilihan (1/10/26) dihadiri Ade Faisal, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kehadiran perwakilan kementerian merupakan bagian dari pelaksanaan pemilihan rektor yang transparan, objektif, akuntabel sesuai dengan ketentuan.
Proses pemilihan rektor merupakan tahapan penting dalam menentukan arah kepemimpinan Institut Seni Indonesia Padangpanjang empat tahun ke depan, sejalan semangat besar yang diusung ; “Kepemimpinan Berdampak dan Berdaya Saing Global”.
Komentar Publik Atas Terpilihnya Dr. Yandri, S,Sn, M.Sn
Terpilihnya Dr. Yandri, S.Sn, M.Sn sebagai Rektor ISI Padangpanjang periode 2026-2030 banyak komentar publik yang muncul melalui media sosial maupun WA grup, baik dari kalangan akademisi, seniman, budayawan, mahasiswa serta masyarakat di luar kampus, Kamis kemarin (1/10/26).
Ucapan dari Kampus sendiri melalui kalangan seluruh civitas academica menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Dr.Yandri, M.Sn sebagai Rektor ISI Padangpanjang periode 2026-2030 ; “semoga sukses membawa Institut Seni Indonesia Padangpanjang menuju masa depan yang semakin cemerlang!”.
Dosen Universitas Leiden, Belanda Dr. Suryadi, memberikan ucapan yang sama. Prof. Dr. Zulfi Hendri, S.Pd, M.Sn Dekan Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya UNY Yogyakarta yang 3 tahun lebih muda dibawah Yandri semasa di ISI Yogyakarta mengaku kenal baik dengan uda Yandri memberikan selamat dan sukses buat Rektor baru ISI Padangpanjang.
Ucapan selamat juga datang dari Amrizal Salayan St. Perpatih, akademisi yang juga seniman patung Indonesia di Bandung menyebut ; MasyaAllah..Alhamdulillah katanya untuk saudara Yandri.
Pematung nasional, Yusman dan maestro pelukis kaligrafi Islam Indonesia keduanya di Yogyakarta memberikan ucapan yang sama tak terkecuali guru guru dan teman teman seangkatan semasa masih bersekolah di SMSR Negeri Padang (1988-1991) dari berbagai daerah mengucapkan hal yang sama serta banyak lagi yang tak bisa kita sebut satu persatu.
“Tahniah atas pencapaian jabatan baru. Semoga Allah memberikan berkah dan petunjuk dalam setiap langkahmu.” Selamat untuk Dr. Yandri, S.Sn, M.Sn. (mh).

