Jakarta, Semangatnews.com – Kabar kepulangan jenazah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar membawa haru mendalam bagi keluarga dan masyarakat Indonesia. Prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon itu dijadwalkan tiba di Tanah Air pada akhir pekan ini setelah proses pemulangan yang cukup panjang.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa mereka telah menerima kepastian terkait jadwal kedatangan jenazah. Setelah menunggu selama beberapa hari, jenazah almarhum direncanakan tiba di Jakarta pada Sabtu sore melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Setibanya di Indonesia, jenazah Kapten Zulmi akan menjalani proses serah terima secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara. Prosesi ini merupakan bagian dari prosedur resmi bagi prajurit yang gugur dalam tugas negara.
Setelah prosesi tersebut, jenazah akan diterbangkan kembali menuju Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara. Dari sana, almarhum akan dibawa ke rumah duka di kawasan Cimahi untuk disemayamkan bersama keluarga.
Keluarga besar almarhum telah mempersiapkan prosesi penyambutan dengan penuh khidmat. Mereka juga membuka kesempatan bagi kerabat dan masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum pemakaman dilakukan.
Rencananya, salat jenazah akan dilaksanakan di rumah duka sebagai bagian dari rangkaian penghormatan. Suasana duka diperkirakan akan menyelimuti prosesi tersebut, mengingat almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi.
Pemakaman Kapten Zulmi dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Prosesi ini akan dilakukan secara militer sebagai penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Kapten Zulmi gugur saat menjalankan misi di bawah naungan Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL. Ia menjadi salah satu dari tiga prajurit TNI yang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di wilayah Lebanon Selatan.
Insiden tersebut terjadi saat tim yang dipimpin Kapten Zulmi tengah menjalankan tugas pengawalan konvoi logistik. Dalam situasi yang penuh risiko, mereka tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab hingga akhirnya gugur.
Kepergian Kapten Zulmi meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia. Dedikasinya dalam menjaga perdamaian dunia menjadi catatan penting dalam perjalanan pengabdian prajurit TNI.
Pemerintah Indonesia memastikan bahwa proses pemulangan jenazah dilakukan dengan maksimal, meskipun menghadapi berbagai kendala administratif dan situasi keamanan di Lebanon.
Kini, kepulangan Kapten Zulmi ke Tanah Air menjadi momen terakhir bagi keluarga untuk melepas kepergian sang prajurit, sekaligus menjadi pengingat akan pengorbanan besar demi menjaga perdamaian dunia.(*)

