Dunia Bulu Tangkis Berduka: Ayah Marcus Fernaldi Gideon, Pendiri Gideon Badminton Academy, Tutup Usia di Umur 66 Tahun

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Dunia bulu tangkis Indonesia kembali diliputi kesedihan setelah kabar duka datang dari keluarga legenda ganda putra Marcus Fernaldi Gideon. Ayah Marcus, Bapak Kurniahu Tjio Kay Kie, meninggal dunia pada Kamis, 29 Januari 2026, di usia 66 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan komunitas bulu tangkis tanah air.

Informasi resmi mengenai kepergian Kurniahu disampaikan melalui akun resmi Gideon Badminton Academy, klub yang didirikannya bersama Marcus pada tahun 2021. Pernyataan itu juga berisi doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Kurniahu dikenal bukan hanya sebagai ayah dari atlet top dunia, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam perkembangan bulu tangkis di Indonesia. Sebelum mendirikan akademi, ia aktif berkiprah sebagai pemain bulu tangkis pada era 1970–1980‑an bahkan sempat mencatat prestasi internasional.

Setelah pensiun sebagai pemain, Kurniahu melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih dan pembina atlet muda. Ia pernah membina banyak pemain di klub Tangkas serta mengemban tugas sebagai pelatih di Pelatnas Cipayung. Peran ini menunjukkan kontribusi panjangnya bagi olahraga bulu tangkis di tingkat nasional.

Kurniahu juga menjadi figur penting dalam perjalanan karier Marcus Gideon, membantu dan membimbing sejak Marcus masih kecil untuk mengasah bakatnya menuju karier profesional. Ia bahkan pernah merelakan Marcus belajar dan berlatih di luar negeri demi mengejar perkembangan kemampuan teknisnya.

Dedikasi Kurniahu dalam mendampingi Marcus berbuah hasil ketika Marcus berhasil mencapai puncak prestasi dunia bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo sebagai salah satu pasangan ganda putra terbaik dunia, yang dikenal dengan julukan “The Minions”. Prestasi mereka pernah menempatkan Indonesia di posisi puncak peringkat dunia.

Tidak hanya Marcus, ribuan atlet muda di Indonesia juga pernah merasakan manfaat dari bimbingan dan semangat Kurniahu dalam membangun Gideon Badminton Academy. Akademi ini terus berkembang dan mencetak talenta‑talenta baru yang mengikuti jejak atlet‑atlet nasional.

Kabar berpulangnya Kurniahu juga membawa kembali kenangan ketika ia pernah secara terbuka menyampaikan rasa sayangnya terhadap karier Marcus. Ia sempat menyayangkan keputusan Marcus untuk pensiun dari Pelatnas beberapa waktu lalu, meski akhirnya menghormati pilihan sang putra.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak di komunitas bulu tangkis Indonesia. Banyak pelatih, mantan atlet, dan pengamat olahraga yang menyampaikan apresiasi atas jasa Kurniahu dalam membina generasi pebulu tangkis tanah air, baik sebagai pelatih maupun pendiri klub.

Sosoknya tak hanya dikenal sebagai ayah dari atlet besar, tetapi juga sebagai mentor yang memberikan inspirasi dan dorongan bagi banyak pemain muda. Banyak yang mengenang semangat kerja keras dan ketulusannya dalam mengembangkan bakat anak‑anak asuhnya.

Kepergian Kurniahu merupakan kehilangan besar bagi keluarga dan dunia bulu tangkis Indonesia. Momen ini menjadi pengingat akan kontribusi besar yang ia berikan sepanjang hidupnya demi kemajuan olahraga di tanah air.

Jenazah Kurniahu dijadwalkan akan dimakamkan oleh keluarga dekat mengikuti tradisi dan prosesi pemakaman yang dijalankan, dengan didampingi rekan‑rekan serta para atlet yang pernah dilatihnya.

Dengan berpulangnya Kurniahu Tjio Kay Kie, komunitas olahraga bulu tangkis Indonesia kehilangan seorang tokoh inspiratif yang dedikasinya akan terus dikenang melalui kontribusi nyata di lapangan dan dalam kehidupan para atlet yang pernah dibimbingnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.