Jakarta, Semangatnews.com – Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi memperkenalkan FIFA ASEAN Cup, turnamen sepak bola baru yang akan mempertemukan 11 negara anggota ASEAN dalam satu kompetisi resmi di bawah naungan FIFA. Pengumuman bersejarah ini dilakukan dalam KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan disaksikan langsung oleh sejumlah pemimpin negara di kawasan.
Dalam kesempatan itu, Infantino juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, yang menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara dunia olahraga dan diplomasi kawasan.
Menurut Infantino, FIFA ASEAN Cup dirancang bukan hanya untuk meningkatkan prestasi sepak bola, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan budaya antarnegara Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat lintas batas dan memperkuat identitas kawasan.
Turnamen baru ini akan menjadi ajang resmi di bawah kalender FIFA, artinya setiap negara anggota berhak menurunkan pemain terbaiknya, termasuk mereka yang bermain di liga luar negeri. Hal ini berbeda dengan Piala AFF yang selama ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga beberapa pemain diaspora tidak dapat memperkuat negaranya.
Infantino menyebut bahwa kehadiran FIFA ASEAN Cup merupakan bagian dari komitmen FIFA dalam mengembangkan sepak bola global secara lebih merata, termasuk di kawasan Asia Tenggara yang dianggap memiliki potensi besar dalam industri olahraga dunia.
Namun, peluncuran turnamen ini menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar dan federasi nasional, terutama terkait nasib Piala AFF, ajang yang sudah menjadi tradisi sepak bola Asia Tenggara selama hampir tiga dekade. Banyak pihak khawatir, kehadiran turnamen baru ini akan menggeser eksistensi Piala AFF yang memiliki nilai historis kuat.
Beberapa analis menilai bahwa FIFA ASEAN Cup justru bisa menjadi “versi elite” dari Piala AFF, dengan format dan kualitas pertandingan yang lebih tinggi. Apalagi, karena disahkan FIFA, turnamen ini juga akan berpengaruh terhadap peringkat dunia setiap tim yang berpartisipasi.
Sementara itu, AFF belum memberikan pernyataan resmi terkait posisi mereka terhadap ajang baru ini. Sejumlah sumber menyebut bahwa diskusi lebih lanjut akan dilakukan antara FIFA, AFF, dan federasi nasional anggota ASEAN dalam waktu dekat.
Di sisi lain, para pemain dan pelatih di kawasan menyambut antusias kehadiran turnamen ini. Mereka menilai kesempatan untuk bersaing dalam ajang resmi FIFA akan memberikan pengalaman dan paparan internasional yang lebih luas bagi pemain Asia Tenggara.
Jika berjalan sesuai rencana, edisi perdana FIFA ASEAN Cup diperkirakan akan digelar pada 2026 atau 2027, dengan format kompetisi yang akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang. Turnamen ini diharapkan menjadi momentum baru bagi kebangkitan sepak bola Asia Tenggara di panggung global.
Dengan pengakuan resmi dari FIFA, kawasan ASEAN kini memiliki peluang besar untuk menunjukkan kekuatannya di dunia sepak bola, tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari peta persaingan internasional yang semakin kompetitif.(*)
