Jakarta, Semangatnews.com – Kegagalan Patrick Kluivert membawa Timnas Suriname lolos ke Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dari netizen di media sosial.
Suriname harus mengubur mimpi tampil di ajang sepak bola terbesar dunia setelah kalah dari Bolivia dalam laga penentuan.
Hasil tersebut sekaligus memastikan langkah Suriname terhenti di babak playoff dan gagal merebut tiket menuju Piala Dunia 2026.
Kekalahan ini langsung menjadi sorotan publik, terutama karena keterlibatan Kluivert sebagai sosok penting di balik tim tersebut.
Di berbagai platform media sosial, netizen ramai melontarkan komentar pedas yang mempertanyakan kontribusi nyata Kluivert dalam tim.
Sebagian bahkan menilai peran Kluivert tidak memberikan dampak signifikan terhadap performa Suriname sepanjang proses kualifikasi.
Kritik tersebut semakin tajam karena ini bukan kali pertama Kluivert gagal memenuhi target besar dalam karier kepelatihannya.
Sebelumnya, ia juga sempat gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, yang berujung pada berakhirnya masa jabatannya sebagai pelatih.
Kondisi tersebut membuat rekam jejak Kluivert kembali dipertanyakan, terutama dalam menangani tim dengan target tinggi.
Meski demikian, tidak sedikit pula yang menilai kegagalan ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab satu individu, melainkan hasil dari berbagai faktor dalam tim.
Beberapa pengamat menyebut bahwa kualitas skuad dan persiapan tim juga menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil akhir.
Terlepas dari kritik yang mengalir, kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi Suriname sekaligus ujian bagi Kluivert untuk membuktikan kapasitasnya di masa depan.(*)

