Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tekanan setelah investor asing tercatat melakukan aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik.
Pada perdagangan terbaru, IHSG ditutup melemah sekitar 0,88 persen dan turun ke level psikologis yang lebih rendah dibanding sesi sebelumnya.
Tekanan ini tidak lepas dari aksi net sell investor asing yang mencapai ratusan miliar rupiah hanya dalam satu sesi perdagangan.
Data menunjukkan investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp789,4 miliar, menandakan arus modal keluar yang cukup signifikan dari pasar domestik.
Saham-saham perbankan besar menjadi target utama aksi jual tersebut, termasuk saham unggulan yang selama ini menjadi penopang IHSG.
Salah satu yang paling banyak dilepas adalah saham Bank Central Asia (BBCA), yang dikenal sebagai salah satu saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.
Aksi jual ini turut memberikan tekanan besar terhadap indeks, mengingat sektor perbankan memiliki bobot dominan dalam pergerakan IHSG.
Selain faktor internal, sentimen global juga berperan dalam pelemahan pasar, termasuk kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.
Kondisi ini membuat investor asing cenderung menarik dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mengalihkan ke aset yang dianggap lebih aman.
Meski demikian, pergerakan IHSG yang melemah tidak sepenuhnya diikuti oleh seluruh saham, karena masih ada sejumlah emiten yang mampu bertahan di zona hijau.
Namun tekanan jual yang lebih besar dibanding aksi beli membuat indeks tetap bergerak di zona negatif sepanjang perdagangan.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa pergerakan pasar saham domestik sangat dipengaruhi oleh arus modal asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.(*)

