Jakarta, Semangatnews.com – Gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, Jumat pagi. Guncangan hebat di laut ini memicu imbauan waspada tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan sebagian Papua.
Pusat gempa tercatat berada di kedalaman sekitar 56 kilometer, dengan koordinat sekitar 7,34 Lintang Utara dan 126,87 Bujur Timur. Guncangan terasa kuat di berbagai wilayah di Sulawesi Utara hingga sebagian Papua.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami, menyebut bahwa gelombang laut akibat gempa ini berpotensi mencapai maksimal 50 cm. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah keamanan publik.
Beberapa wilayah di Sulut dan Papua telah masuk kategori “Waspada” berdasarkan pemodelan tsunami. Di antaranya Kepulauan Talaud, Bitung, Minahasa Utara bagian selatan, hingga Kepulauan Supiori di Papua.
Estimasi waktu tiba gelombang tsunami bervariasi. Misalnya, Kepulauan Talaud diperkirakan akan merasakan gelombang sekitar pukul 09:59:58 WITA, sementara Supiori (Papua) sekitar pukul 12:26:43 WIT.
Untuk wilayah dengan status “Awas”, BMKG dan instansi lokal disarankan melakukan evakuasi menyeluruh. Sedangkan daerah “Siaga” harus segera menyiapkan kebutuhan logistik dan memindahkan warga ke tempat lebih aman.
Pihak berwenang juga diimbau agar daerah kategori “Waspada” menjauhi pantai dan tepian sungai, serta tidak melakukan aktivitas di zona pesisir hingga situasi benar-benar aman.
Beberapa warga melaporkan getaran kuat dan panik, terutama di daerah pesisir Sulut. Evakuasi massal sempat dilakukan untuk menjauh dari pantai dan mencari lokasi tinggi.
Tim tanggap darurat dan posko bencana mulai disiagakan. Alat pemantau gelombang laut juga aktif memantau perkembangan di perairan Sulut dan Papua.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar atau korban jiwa secara luas, namun kewaspadaan tetap dijaga oleh aparat keamanan dan masyarakat.
Para pejabat daerah terus berkoordinasi dengan BMKG pusat untuk memastikan data terkini dan menyampaikan instruksi kepada warga agar tetap tenang dan mengikuti petunjuk evakuasi.
Masyarakat dihimbau untuk tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi dan hanya mengikuti laporan resmi dari BMKG atau lembaga mitigasi setempat.(*)
