Jakarta, Semangatnews.com – Suasana tegang kembali menyelimuti ibu kota Ukraina setelah serangan drone Rusia menghantam wilayah Kyiv hanya beberapa jam usai gencatan senjata tiga hari resmi berakhir. Sirene peringatan udara kembali terdengar di berbagai sudut kota dan memaksa warga berlarian menuju tempat perlindungan.
Otoritas militer Ukraina mengonfirmasi bahwa sejumlah drone terdeteksi memasuki wilayah udara Kyiv pada Selasa pagi waktu setempat. Sistem pertahanan udara langsung diaktifkan untuk mencegat serangan yang dinilai berpotensi mengancam kawasan sipil.
Kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, meminta warga tetap berada di tempat aman sampai situasi benar-benar terkendali. Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan bunyi alarm serangan udara yang kembali aktif setelah sempat berhenti selama masa gencatan senjata.
Menurut laporan pejabat Ukraina, Rusia meluncurkan ratusan drone ke sejumlah wilayah dalam serangan terbaru tersebut. Sebagian besar berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara, namun beberapa serangan dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan bangunan permukiman.
Gencatan senjata sebelumnya diumumkan sebagai bagian dari upaya perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat. Kesepakatan itu berlaku sejak 9 hingga 11 Mei 2026 dan diharapkan menjadi langkah awal menuju penghentian perang yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Namun selama masa penghentian sementara konflik tersebut, Rusia dan Ukraina justru saling menuduh melakukan pelanggaran. Kedua pihak mengklaim lawannya tetap melancarkan serangan terhadap target sipil maupun militer di garis depan pertempuran.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai serangan terbaru Rusia menunjukkan Moskow tidak serius dalam menjaga momentum perdamaian. Pemerintah Ukraina sebelumnya sempat meminta agar gencatan senjata diperpanjang, namun permintaan itu tidak mendapat respons positif dari Rusia.
Serangan drone terbaru dilaporkan memicu kerusakan di sejumlah fasilitas publik dan jaringan energi. Beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik sementara akibat dampak serangan udara yang terjadi semalaman.
Warga Kyiv mengaku kembali diliputi ketakutan setelah sempat menikmati suasana relatif tenang selama tiga hari terakhir. Banyak keluarga memilih tetap bertahan di bunker bawah tanah karena khawatir serangan susulan akan kembali terjadi sewaktu-waktu.
Situasi memanas ini juga memicu kekhawatiran internasional terhadap masa depan proses perdamaian Rusia dan Ukraina. Sejumlah negara Barat mendesak kedua pihak segera kembali ke meja diplomasi demi mencegah korban sipil terus bertambah.
Hingga kini perang Rusia-Ukraina masih belum menunjukkan tanda akan segera berakhir. Berakhirnya gencatan senjata justru kembali memperlihatkan rapuhnya peluang perdamaian di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Eropa Timur.(*)

