Jakarta, Semangatnews.com – Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara, sedang menjadi sorotan publik setelah terungkap sebagai kepala daerah terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai hampir Rp 900 miliar. Kekayaan tersebut terungkap dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetorkan saat ia mulai menjabat sebagai gubernur.
Harta kekayaan Sherly mengalami peningkatan signifikan dibandingkan laporan sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan sekitar hampir 37 persen dari nilai sebelumnya yang sudah mencapai ratusan miliar rupiah. Kenaikan ini menempatkannya jauh di atas para gubernur lainnya dalam daftar kekayaan pejabat daerah.
Dari keseluruhan kekayaannya, aset berupa kendaraan bermotor justru menjadi bagian yang paling kecil nilainya. Meski demikian, koleksi kendaraan di garasi gubernur ini tetap menarik perhatian banyak pihak karena merupakan kendaraan mewah dengan harga tinggi.
Dalam laporan LHKPN, tercatat bahwa Sherly memiliki lima unit kendaraan dengan total nilai lebih dari Rp 7 miliar, seluruhnya tercatat berstatus warisan. Meskipun nilainya kecil dibanding total kekayaannya, daftar kendaraan ini tetap menggambarkan gaya hidup elite pejabat terkaya di Indonesia.
Mobil pertama yang tercatat adalah sebuah Land Rover tahun 2019 yang memiliki nilai sekitar Rp 3 miliar. Mobil ini dikenal sebagai kendaraan SUV premium yang menawarkan kenyamanan tinggi serta kemampuan jelajah yang kuat.
Selain itu, dalam garasi tersebut juga terdapat Lexus keluaran 2023 dengan nilai lebih dari Rp 2,5 miliar. Lexus merupakan merek mewah asal Jepang yang populer di kalangan pejabat dan eksekutif karena performa dan kenyamanannya.
Sherly juga memiliki Toyota Alphard yang tidak kalah populer sebagai mobil keluarga premium. Meski nilainya relatif lebih rendah, Alphard tetap menjadi simbol kenyamanan dan status sosial di Indonesia.
Koleksi itu dilengkapi dengan sebuah Hummer klasik dan sebuah motor Kawasaki tertulis tahun 1900 dalam LHKPN. Kedua kendaraan ini masing‑masing bernilai lebih dari Rp 1 miliar dan sekitar Rp 115 juta, menunjukkan ragam koleksi yang tidak biasa di garasi gubernur.
Meski begitu, nilai kendaraan tersebut hanya sebagian kecil dari total kekayaan yang dimilikinya. Sebagian besar harta kekayaan Sherly berasal dari aset tanah dan bangunan, surat berharga, kas dan setara kas, serta harta bergerak lainnya yang tersebar di berbagai lokasi.
Total aset tanah dan bangunan yang dimilikinya mencapai ratusan bidang yang tersebar di beberapa daerah. Nilai koleksi properti ini berkisar di ratusan miliar rupiah, menjadi penyumbang terbesar dari jumlah total kekayaannya.
Selain itu, aset berupa surat berharga dan kas menunjukkan kolaborasi antara investasi likuid dan aset jangka panjang yang mengokohkan posisi finansialnya sebagai pejabat terkaya. Meski memiliki utang kecil, total kekayaannya nyaris tidak terpengaruh.
Penyebutan Sherly sebagai gubernur terkaya menunjukkan bagaimana pejabat publik di Indonesia kadang memiliki portfolio kekayaan yang sangat berbeda jauh antara satu dengan yang lain. Transparansi melalui laporan harta kekayaan publik seperti LHKPN pun menjadi kunci bagi masyarakat dalam memahami profil kekayaan pejabat negara secara terbuka.
Fenomena kekayaan di kalangan pejabat daerah ini juga memicu perbincangan publik mengenai sumber harta dan etika kepemilikan aset, yang terus menjadi bahan diskusi di masyarakat dan media.(*)
