Jakarta, Semangatnews.com – Harga emas batangan di berbagai merek utama kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Kenaikan terjadi hampir merata pada produk emas Galeri 24, UBS, Antam, hingga Antam Retro di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar global.
Data perdagangan menunjukkan harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di kisaran Rp2,84 juta. Sementara produk emas UBS dan Galeri 24 juga mengalami kenaikan dibanding perdagangan sehari sebelumnya.
Kenaikan harga emas terjadi setelah pasar global kembali dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia. Investor mulai kembali memburu aset safe haven untuk melindungi nilai kekayaan mereka.
Analis menilai penguatan harga emas kali ini juga dipicu meningkatnya permintaan fisik di pasar domestik. Tren pembelian emas batangan disebut mulai naik sejak awal Mei, terutama setelah harga sempat terkoreksi beberapa hari sebelumnya.
Pada perdagangan Rabu kemarin, harga emas berbagai merek masih mengalami pelemahan. Namun hanya dalam satu hari, pasar kembali berbalik arah dan mencatat penguatan signifikan di hampir seluruh jenis produk logam mulia.
Produk Antam Retro menjadi salah satu yang paling banyak dicari kolektor dan investor karena memiliki sertifikat model lama yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri di pasar sekunder. Selain itu, UBS juga tetap menjadi pilihan favorit karena harga yang relatif kompetitif.
Pengamat pasar menyebut tren kenaikan emas masih berpotensi berlanjut apabila tensi geopolitik global tidak mereda. Ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat juga menjadi faktor utama yang menopang harga logam mulia dunia.
Di Indonesia, minat masyarakat terhadap investasi emas fisik masih cukup tinggi. Banyak investor ritel memilih emas karena dianggap lebih aman dibanding instrumen berisiko tinggi seperti saham dan aset kripto.
Selain sebagai instrumen investasi, emas juga banyak diburu menjelang musim pernikahan dan kebutuhan hadiah keluarga. Faktor budaya membuat permintaan emas di pasar domestik cenderung stabil sepanjang tahun.
Sejumlah pedagang emas di Jakarta dan Surabaya mengaku transaksi pembelian mulai meningkat sejak pagi hari setelah harga kembali bergerak naik. Investor disebut lebih memilih membeli secara bertahap untuk mengantisipasi kenaikan lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.
Pelaku pasar kini menanti arah pergerakan harga emas global dalam beberapa hari mendatang. Jika tekanan geopolitik terus meningkat, harga emas domestik diperkirakan masih berpeluang mencetak rekor baru sepanjang 2026.(*)

