Jakarta, Semangatnews.com – Lonjakan harga plastik di berbagai daerah Indonesia kian menjadi sorotan setelah para pedagang mengeluhkan kenaikan yang disebut mencapai hingga tiga kali lipat dalam waktu singkat.
Kenaikan harga ini dirasakan oleh pedagang pasar tradisional hingga pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan utama.
Sejumlah pedagang mengaku harga plastik mengalami lonjakan drastis sejak memasuki April 2026, dengan kenaikan yang terus terjadi dari hari ke hari.
Bahkan, di beberapa wilayah, harga kantong plastik yang sebelumnya dijual sekitar Rp10.000 per pak kini melonjak hingga Rp15.000 bahkan lebih, tergantung jenis dan ukuran.
Tak hanya kantong plastik biasa, jenis plastik lain seperti gelas plastik dan plastik kiloan juga mengalami kenaikan signifikan yang berdampak langsung pada biaya operasional pedagang.
Kondisi ini membuat banyak pedagang harus memutar otak agar tetap bisa menjalankan usaha tanpa kehilangan pelanggan.
Sebagian pedagang memilih menekan keuntungan, sementara lainnya mulai mempertimbangkan menaikkan harga jual produk untuk menutup biaya tambahan.
Lonjakan harga plastik ini dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku global, terutama dari kawasan Timur Tengah yang menjadi pemasok utama bahan baku plastik dunia.
Konflik geopolitik di kawasan tersebut berdampak pada distribusi minyak dan produk turunannya, termasuk nafta yang menjadi bahan dasar pembuatan plastik.
Selain itu, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik membuat harga domestik sangat rentan terhadap gejolak global.
Tak hanya itu, kenaikan harga minyak dunia turut mendorong biaya produksi plastik semakin tinggi, sehingga harga di tingkat pedagang ikut terdongkrak.
Dengan kondisi ini, para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, agar dampaknya tidak semakin meluas ke harga kebutuhan pokok di pasaran.(*)

