Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski situasi geopolitik global memanas akibat konflik di Timur Tengah. Kementerian Pertanian menyatakan cadangan pangan Indonesia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menghitung secara detail ketersediaan pangan nasional. Berdasarkan perhitungan tersebut, stok pangan Indonesia mampu bertahan hingga sekitar 324 hari atau hampir 11 bulan.
Ia menyampaikan bahwa perhitungan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan dampak geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan dunia.
Menurut Amran, cadangan pangan nasional berasal dari berbagai sumber, termasuk stok beras yang tersimpan di gudang pemerintah serta potensi panen dari tanaman padi yang saat ini masih berada di sawah.
Stok beras yang berada di gudang pemerintah disebut mencapai sekitar 3,7 juta ton. Selain itu, masih terdapat potensi produksi dari tanaman padi yang diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 11 juta ton.
Pemerintah juga memastikan produksi pangan tetap berjalan secara rutin setiap bulan. Produksi beras nasional diperkirakan berada dalam kisaran 2,6 juta hingga lebih dari 5 juta ton setiap bulannya.
Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia yang rata-rata berada di kisaran 2,5 juta ton per bulan.
Meski begitu, pemerintah tetap mewaspadai dampak tidak langsung dari konflik global terhadap sektor pangan, terutama jika terjadi gangguan pada jalur perdagangan internasional seperti Selat Hormuz.
Ketegangan geopolitik dinilai dapat mempengaruhi rantai pasok global, termasuk distribusi energi dan logistik yang pada akhirnya berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Namun demikian, Kementerian Pertanian menegaskan kondisi pangan nasional saat ini masih dalam kategori aman dan terkendali.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap isu kelangkaan pangan karena produksi domestik terus berjalan dan cadangan strategis tetap tersedia.(*)

