IHSG Berbalik Ambruk, Bursa Saham Indonesia Kembali Dihantam Tekanan Besar

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Setelah sempat menguat tinggi di awal sesi, indeks saham Indonesia mendadak berbalik arah dan longsor hampir 2 persen.

Pergerakan fluktuatif itu langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah meningkatnya optimisme usai pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI. Namun sentimen positif tersebut ternyata tidak bertahan lama di lantai bursa.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat naik hingga sekitar 1 persen menuju level 6.430 sebelum akhirnya anjlok ke posisi 6.249 atau melemah sekitar 1,92 persen.

Tekanan besar di pasar saham dipicu aksi jual masif pada sejumlah saham unggulan, terutama sektor perbankan dan komoditas. Mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan siang.

Tercatat lebih dari 500 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya sebagian kecil saham yang berhasil menguat. Nilai transaksi pasar juga menembus lebih dari Rp10 triliun dengan volume perdagangan mencapai miliaran lembar saham.

Pelaku pasar disebut masih mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diumumkan pada hari yang sama. Investor menunggu arah kebijakan suku bunga dan langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah.

Sebelumnya, rupiah sempat menunjukkan penguatan setelah pidato Presiden Prabowo mengenai arah ekonomi nasional dan target fiskal pemerintah. Namun kondisi pasar saham justru bergerak lebih volatil dibanding nilai tukar mata uang.

Sejumlah analis menilai investor masih berhati-hati terhadap kondisi ekonomi global yang belum stabil. Ketidakpastian terkait suku bunga Amerika Serikat dan tensi geopolitik internasional turut memengaruhi pergerakan pasar domestik.

Saham-saham big caps seperti BBCA, BBRI, dan TPIA menjadi yang paling aktif diperdagangkan selama IHSG bergerak liar. Tekanan jual dari investor asing juga disebut masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar mulai mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman. Sebagian investor memilih menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi dan moneter sebelum kembali masuk ke pasar saham.

Meski IHSG kembali tertekan, pemerintah dan otoritas pasar menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi terjaga. Investor diharapkan tetap tenang dan fokus pada prospek jangka panjang pasar modal nasional.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.