Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 9 April 2026 diproyeksikan cenderung melemah di tengah tekanan sentimen global yang masih kuat.
Analis pasar modal menilai IHSG berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan, namun dengan kecenderungan berada di zona merah.
Tekanan ini tidak lepas dari kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian, terutama terkait konflik geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi pasar keuangan dunia.
Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS turut memberikan sentimen negatif terhadap pasar saham domestik.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG juga menunjukkan pola pergerakan yang tidak stabil. Hal ini mencerminkan sikap wait and see dari para investor.
Analis memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi ke level support di kisaran 6.700 hingga 6.800 dalam jangka pendek.
Meski demikian, peluang penguatan tetap terbuka apabila terdapat sentimen positif yang mampu mendorong minat beli investor.
Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global dan harga komoditas juga menjadi penentu arah pergerakan IHSG hari ini.
Di sisi lain, investor domestik diimbau untuk lebih selektif dalam memilih saham, terutama di tengah kondisi pasar yang volatil.
Sektor-sektor tertentu seperti energi dan komoditas masih dinilai memiliki potensi bertahan di tengah tekanan pasar.
Sementara itu, sektor yang sensitif terhadap suku bunga diperkirakan akan mengalami tekanan lebih besar.
Dengan kondisi yang penuh ketidakpastian ini, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dan menerapkan strategi manajemen risiko dalam berinvestasi di pasar saham.(*)

