Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Sejumlah analis pasar modal menilai indeks berpotensi mengalami koreksi setelah sebelumnya bergerak fluktuatif di tengah sentimen global yang belum stabil.
Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyebut IHSG berpeluang kembali menguji area support apabila tekanan jual meningkat. Ia memperkirakan indeks bisa mengarah ke kisaran 7.105 hingga 7.140 jika level 7.305 tidak mampu dipertahankan.
Menurut Ivan, kondisi tersebut mencerminkan bahwa pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi. Sentimen eksternal seperti pergerakan pasar global, harga komoditas, dan arus dana asing turut memengaruhi pergerakan indeks.
Meski demikian, sejumlah saham masih dinilai memiliki peluang menarik untuk diperhatikan investor. Beberapa emiten dari sektor energi dan sumber daya alam disebut memiliki potensi penguatan dalam jangka pendek.
Saham yang direkomendasikan antara lain milik PT Adaro Andalan Indonesia Tbk dengan kode AADI. Emiten ini dinilai memiliki prospek yang cukup baik karena masih didukung oleh permintaan energi global yang relatif stabil.
Selain itu, analis juga menyoroti saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO. Perusahaan yang bergerak di sektor energi ini dinilai masih memiliki potensi menarik di tengah dinamika harga komoditas global.
Sementara itu, saham PT TBS Energi Utama Tbk dengan kode TOBA juga masuk dalam daftar rekomendasi analis. Emiten ini dinilai memiliki peluang pertumbuhan karena tengah melakukan transformasi bisnis menuju sektor energi yang lebih berkelanjutan.
Sejumlah analis menilai sektor energi masih menjadi salah satu sektor yang relatif tahan terhadap gejolak pasar. Kenaikan harga komoditas global dan kebutuhan energi yang tinggi dapat menjadi faktor penopang kinerja emiten di sektor tersebut.
Selain faktor komoditas, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Konflik geopolitik serta fluktuasi harga minyak dunia menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.
Di sisi lain, investor juga mencermati pergerakan dana asing di pasar saham domestik. Arus keluar atau masuknya modal asing sering kali menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan indeks.
Dalam kondisi pasar yang cenderung volatil, analis menyarankan investor untuk lebih selektif dalam memilih saham. Strategi trading jangka pendek dengan memperhatikan level support dan resistance dinilai menjadi pendekatan yang lebih aman.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG dalam waktu dekat diperkirakan masih akan bergerak dinamis. Investor diharapkan tetap waspada terhadap potensi koreksi sekaligus memanfaatkan peluang dari saham-saham yang dinilai memiliki fundamental kuat.(*)

