IHSG Melejit 1,3% di Sesi I, Sentimen Damai Global dan Saham Energi Jadi Motor Penggerak

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan IHSG pada perdagangan sesi I Rabu, 25 Maret 2026, menunjukkan performa positif dengan kenaikan sekitar 1,3 persen. Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat dibuka melemah usai libur panjang.

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif sebelum akhirnya berbalik arah ke zona hijau. Indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi intraday di kisaran 7.212 sebelum ditutup di sekitar 7.199 pada sesi pertama.

Penguatan ini didorong oleh dominasi saham yang mengalami kenaikan. Jumlah saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah, mencerminkan optimisme investor yang cukup luas di pasar.

Sektor energi menjadi kontributor utama dalam mendorong kenaikan IHSG. Lonjakan harga saham di sektor ini memberikan dorongan signifikan terhadap indeks secara keseluruhan.

Selain energi, sektor industri dan infrastruktur juga ikut menopang penguatan indeks. Pergerakan ini menunjukkan adanya rotasi dana ke sektor-sektor berbasis komoditas dan siklikal.

Salah satu faktor utama yang memicu optimisme pasar adalah sentimen global terkait potensi meredanya konflik di Timur Tengah. Kabar mengenai peluang negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran memberikan angin segar bagi investor.

Sentimen tersebut turut berdampak pada penurunan harga minyak dunia. Kondisi ini dianggap positif karena mengurangi tekanan terhadap biaya energi global.

Di sisi lain, penguatan juga didukung oleh pergerakan bursa Asia yang mayoritas berada di zona hijau. Hal ini memberikan dorongan tambahan bagi pasar saham domestik.

Aktivitas transaksi di bursa juga terpantau cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai belasan triliun rupiah dengan frekuensi perdagangan yang aktif sepanjang sesi.

Meski demikian, beberapa sektor seperti teknologi dan keuangan masih mengalami tekanan. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan belum merata di seluruh sektor.

Dengan kombinasi sentimen global dan rotasi sektoral, IHSG menunjukkan potensi untuk melanjutkan penguatan. Namun, volatilitas pasar diperkirakan masih akan terjadi seiring perkembangan isu global.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.