Jakarta, Semangatnews.com – Pasar saham Indonesia langsung bergairah pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada awal perdagangan setelah sebelumnya ditutup melemah pada sesi Rabu.
Pada pembukaan pasar, IHSG naik 53,12 poin atau 0,83 persen ke level 6.447,25. Kinerja tersebut menunjukkan adanya perubahan sentimen investor yang cukup cepat setelah IHSG sehari sebelumnya berada di level 6.394,12.
Tidak lama setelah perdagangan dimulai, penguatan IHSG semakin lebar. Pada sekitar pukul 09.05 WIB, indeks telah menguat 1,17 persen ke level 6.468,29.
Salah satu pemicu utama penguatan berasal dari bursa saham Asia yang bergerak positif. Kinerja pasar regional menjadi katalis bagi IHSG karena investor domestik turut merespons arah pergerakan pasar global dan regional.
Sentimen positif tersebut memberikan angin segar setelah pasar saham Indonesia mengalami koreksi sehari sebelumnya. Pada Rabu, IHSG turun 0,86 persen sehingga investor memiliki kesempatan untuk kembali mengakumulasi sejumlah saham pada harga yang lebih rendah.
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen juga menjadi perhatian pelaku pasar. Stabilnya suku bunga acuan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter sekaligus menjadi salah satu pertimbangan investor dalam mengambil keputusan.
Pergerakan nilai tukar rupiah turut memberikan sentimen positif. Rupiah menguat ke sekitar Rp17.795 per dolar AS pada Kamis pagi, menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Kenaikan IHSG juga didukung oleh penguatan seluruh sektor saham pada awal perdagangan. Sektor basic materials tercatat menjadi salah satu sektor yang memberikan dorongan cukup besar terhadap indeks utama Bursa Efek Indonesia.
Optimisme investor ternyata bertahan hingga penutupan perdagangan. IHSG mengakhiri sesi Kamis dengan kenaikan 1,68 persen atau 107,46 poin ke level 6.501,59, sekaligus menunjukkan penguatan yang lebih besar dibandingkan posisi saat pembukaan.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Pada sesi kedua, 704 saham ditutup menguat, sedangkan 291 saham mengalami penurunan dan 329 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp14,4 triliun.
Kinerja IHSG tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan investor mulai membaik setelah tekanan pada sesi sebelumnya. Namun, pelaku pasar tetap harus memperhatikan perkembangan bursa global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter karena ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi arah IHSG pada perdagangan selanjutnya.(*)

