IHSG Terancam Tekanan MSCI, Danantara Buka Peluang Borong Saham Saat Harga Turun

by

Jakarta, Semangatnews.com – Ketidakpastian di pasar modal Indonesia kembali menjadi perhatian setelah muncul risiko perubahan klasifikasi pasar saham nasional oleh penyedia indeks global MSCI. Menghadapi kemungkinan tersebut, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan siap mempertimbangkan investasi tambahan ketika pasar mengalami tekanan yang dinilai bersifat sementara.

Danantara menyiapkan dana hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,89 triliun untuk investasi di pasar modal domestik sampai akhir 2026. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan investasi di tengah dinamika pasar keuangan global dan perubahan sentimen investor terhadap aset Indonesia.

Mengutip Reuters melalui pemberitaan detikFinance, Minggu (11/10/2026), Danantara dapat mempertimbangkan pembelian saham ketika penurunan harga dinilai tidak sejalan dengan kondisi fundamental perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, pelemahan pasar berpotensi dipandang sebagai kesempatan memperoleh aset berkualitas pada harga yang lebih menarik.

Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, menegaskan bahwa keputusan untuk masuk ke pasar tidak dilakukan secara otomatis setiap kali indeks mengalami penurunan. Menurutnya, evaluasi menyeluruh dan proses uji tuntas tetap diperlukan untuk memastikan investasi memiliki dasar yang kuat.

Perhatian terhadap MSCI menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prospek pasar saham Indonesia. Apabila klasifikasi Indonesia diturunkan dari emerging market menjadi frontier market, sebagian investor institusi global berpotensi meninjau ulang komposisi portofolio mereka. Perubahan tersebut dapat memengaruhi permintaan terhadap saham-saham Indonesia yang menjadi bagian dari indeks acuan internasional.

Meski begitu, perubahan klasifikasi indeks tidak serta-merta menentukan kinerja seluruh emiten. Kondisi keuangan perusahaan, prospek bisnis, likuiditas saham, dan perkembangan ekonomi nasional tetap menjadi faktor penting dalam menentukan nilai investasi. Karena itu, respons pasar terhadap perubahan status indeks dapat berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya.

Danantara sebelumnya telah menempatkan sekitar US$ 3 miliar atau setara Rp 53,67 triliun pada instrumen saham dan obligasi domestik maupun asing. Investasi tersebut memperlihatkan bahwa pengelola dana negara tidak hanya mengamati pasar Indonesia, tetapi juga melakukan diversifikasi untuk mengelola risiko dan mencari peluang keuntungan.

Dalam pengelolaan portofolionya, Danantara mengalokasikan sekitar 65 persen dana pada saham, 30 persen pada instrumen pendapatan tetap, dan 5 persen pada hedge fund. Sekitar seperempat portofolio ditempatkan di dalam negeri, sedangkan sisanya dialokasikan ke pasar internasional untuk menjaga keseimbangan investasi.

Selain risiko perubahan indeks, Danantara juga memperhatikan perkembangan sektor kecerdasan buatan atau AI. Meskipun sektor ini dinilai memiliki prospek pertumbuhan, pengelola investasi tersebut memilih pendekatan selektif karena kenaikan valuasi saham teknologi dapat meningkatkan risiko apabila harga tidak lagi sejalan dengan potensi keuntungan perusahaan.

Danantara menargetkan imbal hasil investasi sebesar 200–300 basis poin di atas biaya modal. Target ini menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai kelayakan investasi, sehingga penggunaan dana untuk membeli saham ketika pasar melemah tetap harus mempertimbangkan potensi keuntungan dan risiko kerugian.

Ke depan, efektivitas strategi Danantara akan bergantung pada ketepatan membaca kondisi pasar dan kemampuan memilih aset yang memiliki fundamental kuat. Dana hingga Rp 17,89 triliun memberikan ruang untuk memanfaatkan peluang ketika harga saham turun, tetapi langkah tersebut bukan jaminan bahwa IHSG akan terhindar dari tekanan. Investor tetap perlu mencermati perkembangan kebijakan MSCI, kondisi ekonomi global, dan kinerja masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.