Padang Panjang, Semangatnews.com – Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi daerah di tengah tren penurunan inflasi nasional pada Oktober 2026. Pemantauan harga bahan kebutuhan pokok hingga pelaksanaan operasi pasar menjadi strategi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), inflasi nasional pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan September 2026 yang mencapai 0,30 persen.
Meski menunjukkan tren positif secara nasional, pemerintah daerah tetap diminta memperhatikan perkembangan harga komoditas di wilayah masing-masing. Stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kota Padang Panjang, Putra Dewangga, dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Selasa (3/11).
Putra mengatakan, pengendalian inflasi membutuhkan langkah berkelanjutan dan koordinasi berbagai pihak. Pemerintah tidak hanya perlu memantau perkembangan harga, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan barang kebutuhan masyarakat tetap terjaga.
Dalam pemaparannya, ia menyebutkan inflasi Sumatera Barat pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,86 persen secara bulanan atau month-to-month. Sementara itu, Kota Bukittinggi yang menjadi kota acuan penghitungan inflasi bagi Padang Panjang mencatat inflasi sebesar 0,55 persen secara bulanan dan 3,83 persen secara tahunan.
Untuk mengantisipasi gejolak harga, Pemko Padang Panjang secara rutin melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar. Langkah ini dilakukan guna mengetahui perkembangan harga sekaligus mengidentifikasi komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan.
Selain pemantauan, pemerintah juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani kenaikan harga.
Pemko Padang Panjang juga melaksanakan operasi pasar bersama Bulog Cabang Bukittinggi. Kerja sama ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan sekaligus mendukung kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
Tidak hanya melalui intervensi pasar, pemerintah turut menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan utama.
Putra Dewangga menegaskan bahwa stabilitas pasokan harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, pemerintah juga memberikan dukungan kepada sektor pertanian melalui bantuan sarana dan prasarana produksi, termasuk penyediaan bibit bagi petani.
Melalui berbagai program tersebut, Pemko Padang Panjang berharap tekanan inflasi dapat dikendalikan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi serta melakukan pemantauan secara berkelanjutan agar stabilitas harga tetap terjaga.(eti)

