Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajukan tiga syarat utama kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump apabila Washington benar-benar ingin membuka kembali perundingan dan menghentikan konflik yang sedang berlangsung. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan perang di kawasan Timur Tengah.
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak menutup pintu diplomasi. Namun, menurutnya dialog hanya bisa terjadi jika Amerika Serikat menunjukkan komitmen nyata untuk menghentikan eskalasi militer yang selama ini memperburuk situasi.
Syarat pertama yang diajukan Teheran adalah penghentian seluruh operasi militer Amerika Serikat di kawasan. Iran menilai langkah tersebut sebagai prasyarat utama sebelum pembicaraan damai bisa dimulai.
Syarat kedua adalah pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini dikenakan terhadap Iran. Pemerintah Iran menilai sanksi tersebut telah memberikan tekanan besar terhadap ekonomi nasional.
Syarat ketiga adalah pengakuan terhadap kepentingan keamanan dan pengaruh regional Iran. Menurut Pezeshkian, stabilitas kawasan tidak dapat dicapai jika Iran terus diperlakukan sebagai ancaman oleh Barat.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perang yang telah berlangsung selama hampir dua pekan. Konflik ini melibatkan serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran.
Sejumlah laporan intelijen Amerika Serikat bahkan menyebut kekuatan pemerintahan Iran masih relatif stabil meskipun menghadapi tekanan militer besar. Hal ini membuat konflik diperkirakan tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
Iran sendiri menegaskan bahwa mereka tetap siap mempertahankan diri dari setiap serangan yang dianggap mengancam kedaulatan negara. Pemerintah Iran juga menuduh pihak Barat sebagai pemicu utama konflik.
Di sisi lain, sejumlah negara mulai mendorong upaya mediasi agar konflik tidak semakin meluas. Beberapa negara disebut telah melakukan komunikasi diplomatik dengan kedua pihak untuk mencari jalan keluar damai.
Meski peluang dialog masih terbuka, perbedaan kepentingan antara Washington dan Teheran dinilai masih sangat besar. Hal ini membuat proses negosiasi diperkirakan akan berlangsung panjang dan sulit.
Jika tidak ada kesepakatan dalam waktu dekat, konflik antara Iran dan Amerika Serikat dikhawatirkan akan semakin meluas dan memicu instabilitas di kawasan Timur Tengah.(*)

