Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung, namun dengan syarat tegas yang harus dipenuhi oleh pihak lawan. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk segera menghentikan perang.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa penghentian perang tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa kepastian jangka panjang. Ia menyebut Iran menginginkan perdamaian yang tidak bersifat sementara.
Menurutnya, syarat utama yang diajukan adalah adanya jaminan bahwa serangan serupa tidak akan terjadi lagi di masa depan. Pernyataan ini mencerminkan ketidakpercayaan Iran terhadap komitmen pihak lawan.
Iran menilai bahwa pengalaman konflik sebelumnya menunjukkan kesepakatan damai sering kali dilanggar. Karena itu, mereka menuntut mekanisme yang jelas dan mengikat untuk mencegah agresi ulang.
Di sisi lain, konflik yang berlangsung sejak awal 2026 telah menimbulkan dampak besar di kawasan Timur Tengah. Serangan udara dan balasan militer terus terjadi antara Iran dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.
Dalam perkembangan terbaru, sejumlah negara seperti Turki, Pakistan, dan Mesir berupaya menjadi mediator untuk membuka jalan dialog. Namun, proses negosiasi masih berjalan alot.
Iran juga disebut telah menolak proposal damai yang diajukan Amerika Serikat. Proposal tersebut dinilai tidak memenuhi kepentingan utama Teheran, terutama terkait jaminan keamanan jangka panjang.
Sebagai gantinya, Iran mengajukan sejumlah syarat baru yang mencakup kompensasi perang dan penghentian intervensi militer di wilayahnya. Langkah ini memperlihatkan posisi tawar Iran yang semakin tegas.
Situasi di lapangan pun masih memanas, dengan serangan balasan terus berlangsung di berbagai titik strategis. Kondisi ini membuat peluang gencatan senjata dalam waktu dekat masih belum pasti.
Meski demikian, sejumlah analis menilai peluang perdamaian tetap terbuka jika kedua pihak bersedia berkompromi. Tekanan global dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong dialog.
Pernyataan Iran ini menjadi sinyal bahwa jalan menuju akhir konflik masih panjang. Namun, harapan akan perdamaian tetap ada jika jaminan keamanan yang diminta dapat dipenuhi.(*)

