Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 9, 10 Muharram 1443 H Pada Kalender Masehi: Beserta Niat

by -
https://smpi.alhasanah.sch.id/

SEMANGATNEWS.COM – Hukum puasa Tasua dan Asyura termasuk adalah sunnah. Puasa ini dianjurkan pada bulan Muharam, yang maknanya, dianjurkan untuk dikerjakan seorang muslim demi mendapatkan keutamaan, tetapi jika tidak dilakukan, tidak apa-apa.

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nasai memuat penjelasan bahwa Rasulullah melaksanakan puasa di bulan Muharram setelah bulan Ramadan. Dalam Hadis itu, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah yang di dalamnya tepat menjadi hari bertaubat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu.”

Puasa Tasua, yang dianjurkan dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, mengacu pada salah satu Hadis riwayat Imam Muslim. Dalam Hadis itu, Rasulullah SAW bersabda: “Kalau saja aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tasu`a (pada 9 Muharram).” Tetapi Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram tahun berikutnya tiba.

Sedangkan keutamaan puasa Asyura, dijelaskan dalam Hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas,” (HR Muslim).

Untuk jadwal puasa Tasua (9 Muharam) jatuh pada hari Rabu, 18 Agustus 2021 sedangkan puasa Asyura (10 Muharam) pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Bacaan Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Jika niat puasa Tasua tersebut diucapkan setelah terbitnya fajar, maka lafalnya adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: “Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala.”

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a pada hari ini karena Allah SWT.”

Bacaan Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala. Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Jika niat puasa Asyura tersebut diucapkan setelah terbitnya fajar, maka lafalnya adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: “Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala.”

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura pada hari ini karena Allah SWT.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.