Jakarta, Semangatnews.com – Sejumlah wilayah di Jakarta mendadak mengalami pemadaman listrik pada Kamis siang, memicu keluhan warga dan gangguan aktivitas di berbagai sektor. Peristiwa ini terjadi saat jam operasional tengah berlangsung, sehingga berdampak langsung pada perkantoran hingga kawasan permukiman.
Listrik dilaporkan padam sejak sekitar pukul 10.25 hingga 10.30 WIB di sejumlah titik ibu kota. Wilayah seperti Tebet, Manggarai, hingga kawasan pusat bisnis ikut terdampak dalam kejadian tersebut.
PT PLN (Persero) memastikan gangguan ini disebabkan oleh masalah pada suplai listrik yang memengaruhi distribusi di beberapa wilayah Jakarta. Kondisi tersebut memaksa dilakukan pengaturan beban listrik untuk menjaga sistem tetap stabil.
Pihak PLN melalui Unit Induk Distribusi Jakarta Raya langsung bergerak cepat melakukan penanganan. Tim teknis dikerahkan ke lapangan untuk menelusuri sumber gangguan sekaligus mempercepat proses pemulihan jaringan listrik.
Sejumlah kawasan strategis seperti Thamrin, Kuningan, hingga Mampang Prapatan dilaporkan ikut terdampak pemadaman. Aktivitas masyarakat pun sempat terganggu, terutama di area perkantoran dan pusat bisnis.
Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kendala akibat listrik padam secara tiba-tiba. Lift berhenti beroperasi, jaringan komunikasi terganggu, hingga aktivitas usaha terhambat.
PLN menyampaikan bahwa proses pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan sistem kembali stabil. Langkah ini diambil guna menghindari gangguan lanjutan yang dapat memperparah kondisi jaringan listrik.
Gangguan listrik ini juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warga mengeluhkan pemadaman mendadak yang terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Meski demikian, PLN meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan pemulihan listrik. Masyarakat juga diminta melaporkan kondisi di wilayah masing-masing melalui aplikasi PLN Mobile.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keandalan sistem kelistrikan di ibu kota yang memiliki tingkat konsumsi energi tinggi. Gangguan kecil dapat berdampak luas pada aktivitas ekonomi dan sosial.
Hingga saat ini, proses normalisasi masih terus berlangsung dan diharapkan seluruh wilayah terdampak dapat kembali menikmati aliran listrik secara penuh dalam waktu dekat.(*)

