Jalan ‘Tinggi Sebelah’ di Penjaringan: Ketika Jakarta Mengabaikan Detail Infrastruktur

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Warga di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, kembali menyoroti kondisi kritis sebuah ruas jalan di Jalan Inspeksi Kali Duri yang sejak 2016 mangkrak dan kini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan. Banyak kendaraan roda empat terperosok akibat satu sisi aspal yang jauh lebih tinggi daripada sisi lainnya, menciptakan “jeruk nipis” aspal di tengah kenyataan kehidupan metropolis ibu kota.

Kondisi ini memaksa perhatian Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta, yang menyatakan akan meninjau langsung lokasi tersebut dan menggelar rapat terbatas untuk membahas penanganan infrastruktur yang telah lama terabaikan.

Dalam tinjauannya, Pramono menemukan bahwa jalan tersebut dibangun oleh pengembang swasta tahun 2016 namun kemudian mangkrak dan tidak diselesaikan, sehingga menyisakan perbedaan elevasi yang sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Warga lokal menceritakan bahwa hujan deras atau malam hari menjadi kombinasi paling bahaya, ketika ketinggian sisi jalan sulit terlihat dan mobil bisa tiba-tiba “terjeblos” ke lubang yang tercipta akibat perbedaan tinggi jalan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga pun telah diminta untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan koordinasi dengan pengembang yang bertanggung jawab. Jika pengembang tidak mampu menyelesaikan, Pemprov akan masuk melakukan perbaikan secara langsung.

Isu ini menjadi simbol lebih besar dari persoalan infrastruktur Jakarta: bahwa hal sekecil apapun seperti aspal yang tinggi sebelah bisa menjadi pemicu insiden besar jika ditunda terus-menerus. Gubernur sendiri menegaskan bahwa setiap kerusakan sekecil apapun harus menjadi perhatian, bukan hanya proyek besar atau wilayah elit.

Analisis suara masyarakat memperlihatkan bahwa pandangan publik akan kinerja pemerintah daerah semakin mengukur dari detail-detail seperti ini. Ketika warga merasa jalan di depan rumah saja belum aman, kepercayaan publik terhadap aspek pelayanan publik bisa menurun.

Bagi kawasan Penjaringan sendiri, kondisi jalan tinggi sebelah ini membawa dampak nyata: mobil rusak, biaya tambahan untuk perbaikan kendaraan, dan rasa aman yang terusik karena setiap melintas bisa menjadi risiko kecelakaan. Permintaan warga agar ada penjagaan atau peringatan tinggi jalan pun mulai muncul.

Sementara itu, pihak pengembang yang semula membangun jalan tersebut sejak 2016 belum menemui titik terang penyelesaian. Pemerintah memberi kesempatan komunikasi, namun menetapkan bahwa jika pengembang tidak mampu, wilayah akan diambil alih perbaikan oleh Pemprov.

Kini rapat terbatas yang akan digelar oleh Gubernur menjadi titik awal untuk mengubah retorika menjadi aksi nyata. Agenda ini tidak hanya akan membahas Jalan Inspeksi Kali Duri, tetapi juga seluruh titik infrastruktur yang terlupa di Jakarta.

Dengan fokus pada penanganan segera, harapan masyarakat Penjaringan adalah agar jalan tersebut segera diaspal ulang dan dataran sisi jalan disamakan, agar tidak lagi menyisakan “jebakan” tersembunyi bagi pengguna jalan. Jakarta sebagai ibu kota tentunya harus mampu menjaga setiap ruas jalan agar aman dan layak bagi semua.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.