Jangan Mencoba Tahu Jika Mengamati dan Berhadapan dengan Karya Patung Abstrak

by -
Jangan Mencoba Tahu Jika Mengamati dan Berhadapan dengan Karya Patung Abstrak
Diantara Patung Abstrak Hendry More (Inggris)

Catatan : Muharyadi

PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Saat mengamati karya karya seni patung yang sebagian besar berada dalam kecendrungan abstrak pada pameran 95 tahun Arby Samah 19 sd 23 Juni 2025 lalu di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Diponegoro 31 Padang, melibatkan 6 negara peserta seperti Nepal, Filipina, Jepang, Belgia, Malaysia Indonesia (Sumatera Barat dan Yogyakarta), banyak pengunjung terkesima, kagum bahkan tercengang dalam euforia kebingungan untuk menterjemahkan maksud, tujuan dan makna patung. Mengingat patung patung yang diamati secara visual sulit diterjemahkan dengan mata telanjang. Apalagi patung patung tersebut tidak mewakili figur atau obyek yang dapat ditelusuri lebih jauh dan lebih dalam.

Baca Juga : Shekar Hanum Pramesty, Wanita Muda Pelopor Sosial dan Budaya Kota Padang 2024 dan Provinsi Sumbar Memiliki Kemampuan Luar Biasa Menciptakan Batik Tulis Minang

Dibawa dalam kehidupan sehari hari di Minangkabau, satu diantara banyak soal tentang abstrak membuat saya teringat peristiwa “jual beli sapi atau kerbau” di Pakandangan Padang Pariaman dan beberapa daerah lain yang juga abstrak di mata masyarakat antara penjual dan pembeli. Dalam transaksi jual beli itu penjual dan pembeli biasanya menutup kedua tangan dengan sehelai kain sarung. Deal atau tidaknya jual beli ternak dimaksud orang banyak tidak mengetahui, kecuali mereka berdua.

Patung Karya Constantin Brancusi (Rumania) - “Bird in Space
Patung Karya Constantin Brancusi (Rumania) – “Bird in Space

Hal lain yang bisa kita telusuri perihal abstrak di Minang misalnya soal “petatah-petitih” yang sebagian kalangan anak muda tidak memahami bahkan mengetahui, terlebih jika tidak pernah dipelajari baik secara formal dan non formal. Suatu kali beberapa anak muda usia sekolah bertanya, pak ini apa artinya? Karena kami menilai kalimatnya abstrak, saya cuma ketawa geli sambil menyampaikannya secara ringan, yakni petatag petitih berupa ; “ Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati (Alu tersandung patah tiga, semut terpijak tidak mati) yang dapat diterjemahkan bahwa : Orang yang bertindak tegas dan bijaksana dalam mengambil keputusan, semua persoalan selesai tanpa ada orang yang berkeberatan.

Sebagai ilustrasi seperti halnya pepatah lain kerap disebut “Bak maambiak rambuik dalam tapuang, rambuik taambiak tapuang ndak baserak” (Ibarat mengambil rambut dalam tepung, rambut terambil tepung tak berserak) yang mereka tidak memahami apa yang tersirat dalam kalimat tersebut, bahkan mereka mengganggap kalimat abstrak.

Patung Karya Barbara Hepworth (Inggris)
Patung Karya Barbara Hepworth (Inggris)

Padahal dalam berinteraksi antar sesama, orang Minangkabau kerap menggunakan kata-kata pepatah sebagai ungkapan atau peribahasa dengan kalimat ringkas, padat dan berisi perbandingan dan perumpamaan berupa nasehat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku atau juga menjadi kiasan dalam kehidupan sehari hari kepada seseorang atau orang lain yang dinilai anak muda sangat abstrak. Contoh, kita tidak dapat melihat “cinta” atau “keadilan,” tetapi kita dapat merasakannya dan memahami apa artinya

Mengambil contoh lagi di dunia seni rupa yang memakai istilah abstrak telah sangat lama dikenal persisnya dimulai sejak era seni rupa moderen guna menggambarkan sesuatu yang tidak memiliki bentuk fisik yang jelas atau nyata. Namun demikian dalam banyak konteks, abstrak mengacu pada ide, konsep, atau pemikiran yang tidak bisa dilihat atau dipegang secara langsung. Tapi dia ada sebagaimana dalam perjalanan sejarah seni rupa hadir kepermukaan. Karena itu perlu kita telusuri agar masyarakat dapat memahami istilah abstrak di dunia seni rupa, paling tidak sebagai gambaran umum untuk mudah dipahami.

Dalam catatan kita, istilah abstrak terbagi dua kategori : Pertama ; Abstrak konseptual mengacu pada ide atau konsep yang tidak bisa dilihat secara fisik. Sebagai perumpamaan dapat diambil contoh berupa ; “keberanian,” “kesedihan,” atau “kebahagiaan” merupakan contoh dari ide-ide abstrak. Kedua, Abstrak Visual ; dalam konteks seni, hal ini merujuk pada karya seni yang tidak mencoba merepresentasikan objek atau subjek secara realistis. Misalnya, patung abstrak yang menggunakan warna dan bentuk untuk mengekspresikan emosi tanpa menggambarkan objek nyata.

Untuk memahami dan menelusuri konsep abstrak serta apa pula pentingnya untuk dipahami sebenarnya dapat dilihat dari aspek seperti : Untuk memperluas cara berpikir ; memahami ide-ide abstrak, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis yang pada gilirannya dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang hingga menemukan solusi kreatif. Kemudian meningkatkan kemampuan berkomunikasi ; Saat kita memahami konsep-konsep abstrak, kita dapat berkomunikasi dengan lebih efektif kemudian mengungkapkan pemikiran dan perasaan agar lebih jelas.

Hal yang tidak pentingnya dalam dunia seni yang syarat makna dan ide-ide abstrak dapat mendorong kreativitas agar kita dapat belajar tentang seni abstrak, misalnya, kita diberi ruang untuk mengekspresikan diri tanpa batasan, yang dapat memicu idiom-idiom baru dan lain sebagainya. Karena itu pula yang terpenting pula untuk menikmati karya seni rupa diantaranya seperti patung abstrak sekali kali jangan kita mencari representasi literasi atau mencoba mencari tahu “ini patung apa?” atau “mewakili apa?”. Karena patung abstrak tidak bertujuan untuk menggambarkan objek atau sosok yang dikenali. Karena itu kita disarankan lebih fokus pada elemen-elemen visual karya seni itu sendiri.

Kemudian biarkan diri kita masuk pada ranah bentuk, garis, tekstur, warna, dan komposisi patung. Dan bagaimana pula elemen-elemen dimaksud dapat berinteraksi antara satu elemen dengan elemen lainnya. Misalnya merasakan bagaimana bentuk-bentuk tersebut terasa, apakah dinamis atau statis, harmonis atau kontras dengan melepaskan harapan representasi, Anda akan membuka diri untuk pengalaman yang lebih kaya dan mendalam dalam menikmati patung abstrak.

Patung abstrak, meskipun tidak menggambarkan objek nyata, tetap dapat membangkitkan emosi dan sensasi. Bentuk-bentuk, warna, dan tekstur turut mempengaruhi perasaan kita secara langsung melalui bentuk-bentuk yang tajam, runcing hingga menimbulkan perasaan tegang atau agresif, sementara bentuk-bentuk yang lembut dan melengkung memberikan kesan tenang atau damai. Biarkan diri kita merasakan emosi dan sensasi yang ditimbulkan oleh patung abstrak yang membuat kita bahagia, sedih, penasaran, atau mungkin terkejut? Tak ada jawaban yang benar atau salah. Karena pengalaman emosional merupakan bagian penting dari kegiatan memahami patung abstrak biasanya lazim dilihat berupa elemen visual dan teknik pembuatannya. Bagaimana pula bentuk-bentuk yang digunakan, garis-garis dipermukaan, tekstur, warna. Struktur patung, komposisi hingga kolaborasi ruang positif dan negatifnya.

Soal teknik juga tidak kalah pentingnya manakala kita ingin mendalami seni patung abstrak dan teknik yang digunakan, melalui pahatan, diukir, dilas, dicetak, atau memakai teknik lain? Mengingat teknik pembuatan patung abstrak setidaknya dapat memberikan apresiasi terhadap keterampilan senimannya. Dengan memperhatikan elemen visual dan teknik pembuatan patung abstrak oleh senimannya, setidaknya kita dapat memahami bahasa visual patung melalui elemen-elemennya yang diwujudkan dalam karya.

Pertanyaan yang muncul kemudian, mengapa pematung lebih memilih mengerjakan patung abstrak ketimbang patung figuratif atau patung dalam wujud realis selama ini di banyak negara? tentu tidak terlepas dari adanya muatan kebebasan ekspresi tanpa batas. Tetapi kebebasan disini tidak diterjemahkan seperti kebebasan burung terbang di udara.

Sejalan munculnya patung abstrak sebagai gerakan seni yang signifikan awal abad ke-20. Kehadirannya bukan tanpa alasan sejalan gerakan seni abstrak seperti dalam lukisan. Di abad ini pula mengalami perubahan besar karena pengaruh perkembangan teknologi, filosofi, bahkan perubahan sosial, dimana seniman mulai mencari cara baru untuk berekspresi yang melampaui representasi visual dunia nyata didasari keinginan mengeksplorasi dunia internal, emosi, serta konsep-konsep yang lebih jauh dan dalam.

Belajar dari sejumlah seniman patung abstraks dunia sperti pematung Constantin Brancusi (1876-1957) asal Rumania sebagai pionir patung abstrak dunia. Karya ikoniknya, “Bird in Space” (1923), merupakan diantara contoh paling sempurna patung nonfiguratif abstrak. Patung tersebut tidak menggambarkan burung secara realistis, melainkan esensi dari terbang dan kebebasan dengan bentuknya yang ramping, vertikal, dan halus simbol gerakan naik. Bentuk permukaan patung yang sederhana dan kehalusannya memunculkan keanggunan dan spiritualitas melalui bentuk esensinya, menghilangkan detail-detail yang tidak perlu dan fokus pada ide dasar subjeknya. Hingga patung ini menjadi tonggak penting sejarah seni abstrak melalui bentuk murni tanpa representasi literal.

Pematung Inggris Henry Moore (1898-1986) terkenal dengan patung-patung abstrak organiknya kerap terinspirasi melalui bentuk-bentuk alam, seperti batu, tulang, dan lanskap. Meskipun abstrak, patung-patung Moore memiliki kualitas humanistik dan emosional yang kuat. Ia mengeksplorasi tema-tema seperti keluarga, ibu dan anak, serta hubungan manusia dengan alam. Yang unik karya patung Hendry Moore sering berlubang dan berongga, menciptakan interaksi menarik antara ruang positif dan negatif dengan bentuk-bentuk melengkung memberikan kesan organik dan hidup.

Sementara pematung Barbara Hepworth (1903-1975) terkenal dengan bentuk-bentuk abstraknya yang elegan dan halus juga terinspirasi oleh alam, tetapi karyanya cenderung lebih geometris dan terstruktur. Ia menggunakan bentuk-bentuk dasar berupa lingkaran, elips, dan bola, dipadukan dengan lubang dan rongga untuk menciptakan komposisi yang harmonis dan dinamis. Hepworth tertarik pada interaksi antara bentuk, ruang, dan cahaya dengan menggunakan material seperti kayu, batu, dan perunggu, yang dipoles hingga halus dan mengkilap yang memancarkan keindahan, ketenangan, dan keanggunan sebagai cerminan harmoni antara manusia dan alam. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.