Jelang Musda Golkar Nias Selatan, Momen Langka Bupati Pemenang Pilkada Kunjungi Kediaman Idealisman Dachi

by
Jelang Musda Golkar Nias Selatan, Momen Langka Bupati Pemenang Pilkada Kunjungi Kediaman Idealisman Dachi
Jelang Musda Golkar Nias Selatan, Momen Langka Bupati Pemenang Pilkada Kunjungi Kediaman Idealisman Dachi

NIAS SELATAN, SEMANGATNEWS.COM – Sebuah momentum langka yang sarat akan pesan moral dan adab berpolitik terjadi di Kabupaten Nias Selatan. Mantan Bupati Nias Selatan sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Nias Selatan, Idealisman Dachi, mengungkapkan kekaguman sekaligus rasa terkejutnya atas sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia.

Peristiwa ini bermula saat panitia Musda Partai Golkar Nias Selatan tengah mempersiapkan agenda audiensi dan undangan resmi untuk Bupati guna menghadiri pembukaan Musda yang direncanakan pada Jumat (30/10/2026). Sebagai bentuk tata krama, Idealisman Dachi selaku pimpinan partai berencana menghadap langsung ke kantor Bupati di Teluk Dalam untuk meminta kesediaan waktu beliau.

Namun, di luar dugaan, respons yang diterima justru sebaliknya. Bukannya menunggu perwakilan Golkar datang menghadap, Bupati justru meminta agar dirinya yang datang berkunjung langsung ke kediaman pribadi Idealisman Dachi, yang akrab dijuluki “Istana Rakyat”, Rabu (29/10).

“Saya tak habis pikir dan di luar jangkauan adab saya. Bupati justru sebaliknya meminta untuk datang ke kediaman saya di Istana Rakyat. Saya kaget… sekali lagi saya kaget,” ungkap Idealisman dengan nada haru.

Idealisman Dachi kemudian merefleksikan pengalamannya terdahulu. Ia menceritakan bahwa saat dirinya memenangkan Pilkada Nias Selatan pada tahun 2011, ia sebagai pemenang yang mengundang Bupati terdahulu, F. Laia, untuk jamuan makan. Namun, kepemimpinan periode ini menunjukkan dinamika yang jauh berbeda dan menyentuh sisi humanis politik.

“Tapi pemimpin yang satu ini justru melakukan sesuatu yang saya tak bisa berkata-kata lagi. Yang menang datang ke tempat yang kalah dalam pertarungan,” tambahnya.

Idealisman Dachi berharap momen spiritual dan kultural ini tidak sekadar menjadi bumbu politik sesaat, melainkan dapat menjadi warisan (legacy) berharga bagi nilai-nilai, moralitas, dan kedewasaan generasi politik Nias Selatan di masa yang akan datang. (Key)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.