Kader PKK Sawahlunto Bawa Budaya dan Kreativitas ke Jambore Sumatera Barat

by
Kader PKK Sawahlunto Bawa Budaya dan Kreativitas ke Jambore Sumatera Barat
Kader PKK Sawahlunto Bawa Budaya dan Kreativitas ke Jambore Sumatera Barat

SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM — Bukan sekadar defile dan lomba. Kontingen Tim Penggerak PKK Kota Sawahlunto membawa identitas kota tambang itu ke tengah Wirakarya Jambore Kader PKK ke-XXII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 tingkat Provinsi Sumatra Barat 2026 di Kota Bukittinggi.

Di Istana Bung Hatta, Rabu, 2 September 2026, para kader Sawahlunto tampil dengan berbagai kreasi. Budaya lokal, program pemberdayaan keluarga, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah binaan PKK menjadi bagian dari materi yang mereka tampilkan.

Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto, Yori Riyanda, mengatakan keikutsertaan kontingennya tidak semata ditujukan untuk mengejar kemenangan. Jambore, menurut dia, menjadi ruang bagi kader untuk belajar, mengukur kemampuan, dan membawa pulang pengalaman dari daerah lain.

“Kami berangkat bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk belajar dan membawa semangat Sawahlunto. Alhamdulillah, tim kita tampil maksimal dan membawa nama baik Kota Sawahlunto,” ujar Yori.

Kontingen Sawahlunto sebelumnya dilepas oleh Wali Kota Sawahlunto di Rumah Dinas Wali Kota. Sejak tiba di Bukittinggi, para kader mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengandalkan kekompakan tim.

Mereka ambil bagian dalam sejumlah agenda, mulai dari defile, paduan suara, cerdas cermat, Cakap Gelari Pelangi, kampanye pengelolaan sampah, bermain peran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM, hingga senam bersama dan outbound.

Agenda jambore juga mencakup penyuluhan kesehatan, sosialisasi keamanan pangan, kajian keagamaan, dan muhasabah. Sementara sektor ekonomi keluarga mendapat ruang melalui bazar UP2K PKK dan UMKM.

Produk UMKM binaan PKK Sawahlunto ikut dipamerkan. Kehadiran produk tersebut tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan, tetapi juga menjadi etalase potensi ekonomi masyarakat. Kekhasan lokal dipadukan dengan kreativitas kader untuk memperlihatkan bahwa pemberdayaan keluarga dapat bergerak beriringan dengan pengembangan ekonomi.

Bagi Yori Riyanda, pengalaman selama jambore memiliki nilai yang lebih panjang dibandingkan hasil perlombaan. Para kader dapat melihat praktik program PKK dari daerah lain sekaligus mengevaluasi apa yang telah dilakukan di Sawahlunto.

“Yang paling penting adalah bagaimana pengalaman dan pengetahuan yang didapat di sini bisa dibawa pulang dan dikembangkan untuk masyarakat,” katanya.

Kekompakan kontingen tidak berdiri sendiri. Para pendamping, organisasi perangkat daerah, dan masyarakat Kota Sawahlunto ikut memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi kader untuk mengikuti setiap agenda secara maksimal.

Jambore PKK ke-XXII dan HKG PKK ke-54 tingkat Sumatra Barat itu pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung kompetisi. Bagi Sawahlunto, forum tersebut menjadi kesempatan memperkuat jejaring kader, bertukar pengalaman, dan mencari cara baru menjalankan 10 program pokok PKK.

Sebab, yang dibawa pulang dari Bukittinggi bukan hanya hasil perlombaan, melainkan gagasan yang diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk keluarga dan masyarakat Kota Sawahluntokat. (Nova)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.