KaNa Fuddy Prakoso Satu Diantara 12 Perupa Perempuan Mengikutii Pameran Seniman Wanita Indonesia #4 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia

by -
KaNa Fuddy Prakoso Satu Diantara 12 Perupa Perempuan Mengikutii Pameran Seniman Wanita Indonesia #4 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia
Karya KaNa Fuddy Prakoso, Zirah Kesadaran (2026)

JAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Pelukis Wanita Indonesia KaNa Fuddy Prakoso (53 th) merupakan satu diantara dua belas perupa perempuan peserta pameran Seniman Wanita Indonesia #4 yang berlangsung sejak 10 April sampai 30 Juni 2026 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Pameran serupa sebelumnya telah digelar sebanyak tiga kali, yakni IWA #1: The Curtain Opens (2007), IWA #2: Into The Future (2019) dan IWA #3: Infusion into Contemporary Art (2022) dan sekarang pameran IWA #4.

Pameran ini hadir sekaligus digelar dalam rangkaian menyambut Hari Perempuan Sedunia tanggal 8 Maret 2026, Hari Kartini 21 April 2026, dan Dirgahayu Kota Jakarta ke-499 tahun tanggal 22 Juni 2026, BLU Museum dan Cagar Budaya melalui unit Galeri Nasional Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Cemara Enam.

Karya kaNa Fuddy Prakoso
Karya kaNa Fuddy Prakoso

Pameran IWA #4 yang dikuratori Carla Bianpoen, Vidhyasuri Utami, dan Bagus Purwoadi tersebut menghadirkan 12 perupa wanita seperti, Ines Katamso, Irene Agrevina, Nona Yoanishara, Rani Jambak, Bibiana Lee, Citra Sasmita, Dyantini Adeline, KaNa Fuddy Prakoso, Endang Lestari, Tara Kasenda, Ni Nyoman Sani dan Ve Dhanito disertai pula karya karya Sri Hastari Rasyid, Lucia Hartini, Hildawati Soemantri, Marida Nasution dan Umo Dachlan.

Menurut Ketua Yayasan Cemara Enam, Inda C. Noerhadi, kepada Semangatnews.com (8.4.26) menyebutkan “Sejak awal penyelenggaraannya, IWA digagas sebagai platform apresiasi sekaligus upaya untuk ‘melihat’ kesenimanan perempuan perupa di Indonesia secara lebih mendalam. Tahun ini, IWA #4: ON THE MAP sekaligus menjadi pemungkas seri IWA sebelum penyelenggaraan Biennale/Triennale Perempuan pada masa yang akan datang.”

Sementara Kepala Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin mengungkapkan, “Pameran IWA memiliki arti penting karena menghadirkan ruang dokumentasi, presentasi, dan pertemuan karya dengan publik secara berkelanjutan. Sejak dimulai pada 2007, rangkaian pameran ini menunjukkan komitmen dalam membangun arsip kultural sekaligus meneguhkan kontribusi perupa perempuan dalam percakapan kebudayaan yang lebih luas.”

Melalui tema On The Map, pameran Pameran (Invitation only) tgl 9 April 2026 pukul 17.00 Wib dan untuk publik (10 April sd 30 Juni 2026) tersebut mengangkat konsep situated knowledge—pengetahuan yang lahir dari pengalaman tubuh dan konteks personal—para perupa mengeksplorasi ingatan, empati, rasa memiliki, hingga proses kognitif. Pendekatan ini juga meluas ke relasi dengan alam dan lingkungan, di mana tanah, langit, dan unsur alam lainnya diperlakukan sebagai subjek yang menyimpan narasi, sekaligus menjembatani pengalaman lokal dengan perspektif yang lebih universal.

Gagasan peta juga muncul dalam pembacaan warisan budaya dan sejarah perempuan, mulai dari figur Ratu Kalinyamat hingga praktik seni tradisional yang diwariskan lintas generasi. Beberapa karya turut mengajak publik terlibat dalam proses pembelajaran dan pelacakan sejarah keperempuanan Nusantara, yang sarat implikasi sosial, kultural, dan politik. Meski dapat dibaca melalui tema tubuh, alam, dan warisan budaya, keseluruhan karya saling berkelindan, menunjukkan bahwa pengetahuan berbasis pengalaman tidak mudah dipisahkan secara tegas, melainkan hadir sebagai lanskap yang kompleks dan saling terhubung.

Narasi Karya KaNa Fuddy Prakoso, Zirah Kesadaran (2026)

KaNA Fuddy Prakoso, seniman dan founder Ruang Garasi Jakarta Selatan yang merupakan satu diantara 12 seniman yang turut berpameran kepada Semangatnews.com dikesempatan yang sama, dikaryanya berbicara tentang pergulatan batin manusia dalam menghadapi tekanan hidup, melalui kekuatan dan kerentanan, serta pentingnya kesadaran diri di tengah kompleksitas dan budaya modern yang instan saat ini.

Menurut KaNA Fuddy Prakoso, ia memilih kardus bukan karena keterbatasan, tapi karena kejujurannya. Mengingat kardus itu rapuh, mudah ditekuk, mudah dibuang, persis seperti kesadaran kita di zaman sekarang. Gampang dibentuk opini, gampang dilipat oleh algoritma, gampang dibuang saat tidak viral lagi. Justru dari bahan yang dianggap sampah inilah kaNa ingin membangun zirah.

Karya yang yang diikutsertakan berjudul “Zirah Kesadaran” dimaksud, terinspirasi dari Ratu Kalinyamat. Karena beliau tidak berperang dengan kemewahan keteguhan, siasat, keberanian mempertahankan tanahnya dari penjajah Portugis di abad 16, bahkan setelah suaminya dibunuh. Zirahnya bukan besi mengkilap, melainkan kehendak yang tidak bisa ditundukkan.

Saya menghubungkan semangat itu dengan hari ini. Kita tidak lagi melawan meriam dan kapal perang, tapi melawan kebisingan informasi, manipulasi teknologi, dan penanda-penanda zaman yang membuat kita lupa siapa diri kita : notifikasi yang terus berbunyi, layar yang terus menyala, perang yang disiarkan seperti konten, krisis yang dijadikan trenm ujar Kana memberi ilustrasi.

Karena itu zirah yang direfresentasikan kepermukaan buat bukan untuk melindungi tubuh, melainkan untuk melindungi kesadaran. Yang didalamnya terdapat potongan ditempel di permukaan kardus, yang mengingatkan pada Jepara, laut, dan perlawanan Ratu Kalinyamat. Karena perlawanan hari ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan menjaga agar pikiran kita tetap jernih, agar hati kita tidak menjadi tumpul.

Perihal kardus akan lapuk menurut KaNA Fuddy Prakoso, karena kesadaran juga begitu: harus dirawat, diulang, dibangun kembali setiap hari. Kalau tidak, ia akan rapuh dan hancur, sama seperti bahan ini. Zirah Kesadaran adalah pengingat saya—dan semoga pengingat kita—bahwa yang perlu kita lindungi sekarang bukan hanya wilayah, tapi juga kewarasan,” ujar Kana memaparkan narasi karyanya dalam pameran yang sangat penting ini (mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.