PADANG PARIAMAN, SEMANGATNEWS.COM – Dua puluh empat peserta terdiri Ibu ibu dan Remaja Putri Padang Bintungan, Kec. Nan Sabaris, Padang Pariaman sejak 30 Juni hingga 5 Juli 2025 mendatang mengikuti pelatihan keterampilan membatik di aula sekretariat PKK (Sekolah Jenggala) Kampuang Tangah, Padang Bintungan.
Selasa, 2/7/25 Kegiatan pelatihan keterampilan membatik tersebut selama 6 hari tersebut, dikunjungi langsung isteri Bupati Hajjah Christanti Azis didampingi isteri Wakil bupati Resty Rahmat Hidayat guna melihat dari dekat kegiatan pelatihan membatik yang saat ini digandrungi kaum perempuan.

Hajjah Christanti Azis mendorong dan mengapriasi keterampilan kaum ibu-ibu dan remaja putri untuk menekuni seni batik sejak mulai kegiatan hingga kegiatan usai. Melalui pelatihan keterampilan membatik ini diharapkan para peserta dapat memahami teori dan praktik membatik yang dapat terus di kembangkan di tengah tengah masyarakat hingga hasil yang dicapai dapat diimplementasikan kepada masyarakat lainnya menjadi kekuatan baru yang dampaknya berpengaruh terhadap sektor ekonomi, sosial dan budaya.
Ditempat yang sama nara sumber dan pelatih keterampilan membatik, Widdi Yanti, yang juga pimpinan Sanggar Canting Buana Batik, Padang Panjang, ketika dikonfimasi materi pelatihan, Kamis 3/7/25 menyebut ; selama kegiatan berlangsung kepada para peserta selain pengenalan alat dan bahan, juga diarahkan pada keterampilan membuat batik, terutama eco prin yang proses pengerjaannya lebih praktis dan tidak memakan waktu lama.

Di hari kedua saja dari 24 peserta telah dihasilkan 48 produk, peserta tidak hanya mampu membuat motif-motif yang bersumber dari alam berupa dedaunan, tetapi juga mengkolaborasikannya menjadi batik eco print dengan hasil sangat bernilai estetika tinggi, juga sangat memuaskan
Melalui pelatihan keterampilan membatik ini di kenagarian Padang Bintungan, Kec. Nan Sabaris, Kab. Padang Pariaman diharapkan nantinya akan dapat terus dikembangkan dan diperluas kepada masyarakat secara luas hingga kenegarian ini bakal menjadi sentra batik,” ujar Widdiyanti penggagas eco prin dan instruktur batik nasional yang kini dosen seni kriya di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang panjang menambahkan. (muharyadi)
