Padang Panjang, Semangatnews.com – Kelurahan Tanah Pak Lambik (TPL), Kecamatan Padang Panjang Timur, mulai menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung. Upaya tersebut dilakukan bersama Universitas Negeri Padang (UNP) dengan menyesuaikan program pada kondisi lingkungan dan kemampuan warga.
Kolaborasi tersebut memetakan sejumlah langkah yang dapat diterapkan secara bertahap. Program yang dibahas meliputi pengolahan sampah organik menjadi kompos, pembuatan biopori, gotong royong, hingga rencana pengembangan bank sampah dan pengadaan mesin pres untuk sampah anorganik.
Lurah Tanah Pak Lambik Romi Saputra mengatakan, kerja sama dengan UNP memberikan gambaran mengenai berbagai program yang memungkinkan diterapkan di lingkungan masyarakat. Program tersebut tidak dibuat seragam, tetapi mempertimbangkan kondisi serta kemampuan warga.
Menurut Romi, persoalan sampah perlu dimulai dari perubahan cara pandang masyarakat. Sampah tidak seluruhnya harus dianggap sebagai barang yang tidak berguna dan berakhir di tempat pembuangan.
Sebagian sampah masih dapat dimanfaatkan kembali dan bahkan mempunyai nilai ekonomi. Karena itu, masyarakat didorong untuk mulai mengenali jenis sampah yang bisa diolah sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun warga.
Romi menilai keterlibatan masyarakat sejak dari sumber menjadi kunci agar pengelolaan sampah dapat berlangsung secara berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) disiapkan sebagai wadah yang dapat menggerakkan warga.
Hasil pemetaan aspirasi masyarakat menunjukkan sejumlah kegiatan dinilai realistis dilakukan dalam jangka pendek. Pengolahan kompos, pembuatan biopori, lomba kebersihan lingkungan, serta gotong royong menjadi beberapa kegiatan yang dapat segera dikembangkan.
Sementara itu, pengembangan bank sampah dan pengadaan mesin pres diproyeksikan sebagai agenda jangka panjang. Dalam pemetaan aspirasi, bank sampah memperoleh 11 aspirasi, pengadaan mesin pres enam aspirasi, sedangkan pengolahan kompos mendapat lima aspirasi.
Ketua Tim Pengabdi UNP Adil Mubarak mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Proses yang dilakukan diarahkan untuk membangun pembelajaran bersama sehingga nantinya dapat terbentuk sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.
Menurut Adil, pembentukan Pokdarling menjadi titik awal untuk membangun gerakan masyarakat. Keberadaan kelompok tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menjaga lingkungan sekaligus memastikan program pengelolaan sampah tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Nofebrianto serta kader lingkungan Venny turut hadir memberikan dukungan terhadap penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Untuk menjaga keberlanjutan program, Tim Pengabdi UNP menyerahkan dua bundel Pedoman Operating Manual Pokdarling Tanah Pak Lambik kepada pihak kelurahan. Pedoman tersebut memuat struktur organisasi, mekanisme kerja, pengelolaan persampahan, administrasi dan keuangan, kemitraan, serta monitoring dan evaluasi.(eti)

