Ketegangan Meledak Lagi — Roket BM‑21 dari Kamboja Serang Permukiman Thailand, Jet F‑16 Mulai Dikerahkan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas pada Senin pagi (8/12/2025), setelah militer Kamboja menembakkan roket BM‑21 ke wilayah sipil di timur Thailand. Serangan artileri ini membuat pihak Thailand merespons dengan cepat — mengerahkan jet‑jet tempur F‑16 untuk menyerang posisi militer musuh.

Roket diluncurkan di daerah perbatasan, dengan sasaran wilayah permukiman di Kabupaten Ban Kruat, Provinsi Buriram — tepatnya di Ban Sai Tho 10. Menurut militer Thailand, meskipun serangan tersebut mengejutkan warga sipil, laporan awal menyebut belum ada korban jiwa yang terkonfirmasi.

Militer Thailand menilai serangan BM‑21 sebagai tindakan agresi — terutama karena mengguncang wilayah sipil dan fasilitas umum. Roket jenis BM‑21 dikenal sebagai roket fragmen 122 mm yang memiliki daya ledak luas dan akurasi rendah, sehingga sangat berbahaya bila digunakan di area padat — terutama tanpa penargetan jelas.

Sebagai tanggapan, sekitar pukul 07.10 waktu setempat, Angkatan Udara Thailand mengerahkan jet tempur F‑16 untuk membombardir target artileri dan infrastruktur militer Kamboja yang diduga sebagai pangkalan peluncuran roket. Serangan udara ini dilakukan di zona perbatasan, termasuk kawasan “Chong An Ma” yang diklaim sebagai sumber serangan.

Panglima Angkatan Darat Thailand menyatakan bahwa respons militer diarahkan sebagai bentuk perlindungan terhadap warga sipil serta menjaga kedaulatan negara. Evakuasi sudah dimulai di beberapa provinsi perbatasan demi menghindari potensi korban lebih besar akibat serangan balasan.

Namun, eskalasi ini memunculkan kecemasan baru: penggunaan roket dan serangan udara di wilayah perbatasan berisiko menimbulkan korban sipil luas. Para pengamat militer dan hak asasi manusia memperingatkan bahwa konflik semacam ini bisa melanggar hukum internasional, terutama jika melibatkan penduduk dan area non‑militer.

Selain itu, militer Thailand melaporkan bahwa pergerakan artileri berat, termasuk peluncur roket dan tank dari pihak Kamboja, telah meningkat di beberapa titik panas perbatasan. Kondisi ini membuat situasi sangat rawan dan memaksa pejabat Thailand meningkatkan status siaga.

Pemerintah Thailand juga telah memperketat keamanan di zona perbatasan serta memperingatkan warga sipil di provinsi-provinsi seperti Buriram agar menghindari area dekat garis depan. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan bentrokan lanjutan atau ledakan roket mendadak.

Sementara itu, pihak Kamboja membantah bahwa serangannya ditujukan terhadap warga sipil. Mereka menyatakan bahwa operasi militer dilakukan terhadap pos militer Thailand, dan bahwa klaim sebagai agresor merupakan propaganda dari Bangkok — sebuah tudingan keras yang memperumit upaya diplomasi.

Konflik ini menjadi bab baru dari ketegangan panjang antara Thailand dan Kamboja terkait batas wilayah dan klaim atas kawasan yang disengketakan. Penggunaan senjata berat dan serangan lintas batas menandai eskalasi serius, yang dikhawatirkan bisa meluas dan menyeret warga sipil semakin jauh ke dalam konflik.

Bagi kawasan Asia Tenggara, penyebaran konflik semacam ini menimbulkan kegelisahan — terutama terkait stabilitas regional dan implikasi kemanusiaan. Banyak pihak menyerukan agar kedua negara segera menahan diri dan menempuh jalur dialog sebelum terjadi eskalasi lebih besar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.