Jakarta, Semangatnews.com – Israel menegaskan bahwa langkah menuju fase kedua gencatan senjata di Gaza akan segera dimulai. Pernyataan itu datang dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers bersama Ketua Pemerintahan Jerman, Friedrich Merz, saat kunjungan Merz di Israel.
Menurut Netanyahu, fase kedua direncanakan meliputi pelucutan senjata kelompok Hamas, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan penerapan pasukan keamanan internasional sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian konflik.
Langkah ini dinilai bisa dimulai secepat akhir bulan ini, asalkan semua syarat — terutama penyerahan jenazah sandera terakhir yang dipegang Hamas — terpenuhi.
Meski demikian, Netanyahu mengingatkan bahwa fase kedua bukanlah hal mudah. Ia menyebut transisi ini sebagai tantangan besar, menyadari kompleksitas pengamanan, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza.
Rencana ini juga mencakup pembentukan pemerintahan sementara di Gaza, di bawah pengawasan internasional — sebagai bagian dari upaya menyusun masa depan jangka panjang pascakonflik.
Sikap antisipatif turut disampaikan oleh negara-negara pendukung gencatan senjata, termasuk Jerman, yang menyatakan komitmen untuk terlibat dalam misi stabilisasi dan bantuan kemanusiaan di Gaza.
Di sisi Hamas, sejumlah pejabat senior dilaporkan siap membahas kelanjutan rencana pelucutan senjata, meski belum ada konfirmasi resmi dari seluruh pengurus; beberapa di antaranya menyatakan bersedia mempertimbangkan opsi “membekukan atau meletakkan senjata.”
Namun, skeptisisme muncul. Krisis kemanusiaan, ketidakpastian politik, serta trauma panjang perang membuat banyak pihak menilai fase dua bakal penuh tantangan — dari rehabilitasi fisik hingga pemulihan sosial warga Gaza.
Masyarakat internasional menyambut wacana ini dengan harapan cemas. Bagi banyak pihak, ini bisa menjadi momentum untuk menghentikan pertumpahan darah — asalkan komitmen, transparansi, dan pengawasan tercipta. Namun risiko kerapuhan perdamaian tetap nyata.
Sementara itu, warga Gaza dan Palestina lebih luas menunggu dengan penuh kekhawatiran dan harapan. Banyak yang berharap bahwa fase selanjutnya tak hanya membawa henti tembakan, tapi juga rekonstruksi, jaminan keamanan, dan prospek hidup lebih baik.
Tetapi waktu akan menentukan — apakah rencana ini bakal berbuah damai atau justru memunculkan konflik lanjutan.(*)
