Ketua DK PWI Pusat Kecam Perlakuan Kasar Aparat Keamanan

oleh -
IMG-20190924-WA0122

Ketua DK PWI Pusat Kecam Perlakuan Kasar Aparat Keamanan

Semangatnews, Jakarta – Demo mahasiswa di seluruh hampir semua provinsi dua hari belakangan ini telah menimbulkan korban baik terhadap mahasiswa maupun para jurnalis yang tengah meliput.

Korban mulai berjatuhan lantaran perlakuan kasar dari aparat.

“Kita mengecam kekerasan yang menimpa wartawan yang meliput, juga kekerasan terhadap mahasiswa yang merupakan tunas bangsa,” ketus Ilham Bintang.

Ilham Bintang yang ketua Dewan Kehormatan PWI pusat ini sangat menyesalkan perlakuan aparat terhadap mahasiswa yang berdemo dan juga pemukulan wartawan yang tengah bertugas.

Mahasiswa dan wartawan dalam melakukan aksi dan tugasnya dilindungi undang-undang.

Oleh karena itu, aparat jangan pula semena mena memperlakukan mereka di lapangan.

“Kapolri sebagai petinggi kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini, tidak mesti didiamkan.

Berdasarkan info sementara jumlah mahasiswa terluka hampir 300 orang. Satu orang atas nama Faisal, saat ini sedang dalam kondisi kritis.

Kita minta pemerintah khususnya aparat pengamanan memperlakukan baik mahasiswa berunjuk rasa dan wartawan yang meliput, dengan baik.

“Terhadap aparat pengamanan yang bertindak di luar batas, kita minta ditindak tegas,” sebut Ilham.

Seperti tersiar luas, tindakan kekerasan dilakukan oknum Kepolisian dalam demonstrasi mahasiswa dan aliansi masyarakat di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (24/9).

Dalam aksi yang berujung ricuh, tiga jurnalis dilaporkan jadi korban pengeroyokan oleh oknum Polisi.

Tiga jurnalis dianiaya oknum Polisi saat meliput pembubaran paksa massa di Jalan Urip Sumoharjo Makassar adalah Darwin Fathir, jurnalis Lembaga Kantor Berita Nasional Antara; Saeful, wartawan Inikata.com; dan Isak Pasabuan dari Makassar Today.

Kronologis penganiayaan terhadap jurnalis terjadi saat mereka tengah bertugas. Saat itu kelompok demonstran melempari Polisi dengan batu, dan direspons dengan tembakan gas air mata. Seratusan anggota demonstran ditangkap usai kejadian, sedangkan puluhan orang terluka. Tiga jurnalis yang dikeroyok juga sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Ketua Dewan Kehormatan PWI pusat meminta PWI di daerah menginformasikan dan mendata wartawan yang mengalami kekerasan saat meliput demo di daerahnya masing masing.(smngtnews/multi sumber)