Ketua MPR Ahmad Muzani Tinjau Lokasi Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Ribuan Warga Mengungsi

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada Senin (16/2/2026). Muzani datang bersama rombongan dari pemerintah pusat dan daerah untuk melihat secara langsung kondisi permukiman yang rusak parah akibat fenomena alam tersebut.

Fenomena tanah bergerak yang dimulai awal Februari 2025 telah menyebabkan kerusakan hebat pada permukiman warga. Dari pantauan di lokasi, deretan rumah warga tampak retak hingga roboh sama sekali, jalan‑jalan desa yang terbelah, serta fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah rusak tak tersisa.

Muzani menyampaikan bahwa bencana ini berdampak luas, dengan jumlah rumah yang rusak mencapai ratusan unit. Lebih dari 900 rumah dilaporkan hancur total, sementara ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan kini tinggal di posko pengungsian yang telah didirikan.

“Kedatangan kami adalah memberikan dukungan moral sekaligus mendapatkan masukan langsung dari lapangan untuk perumusan kebijakan selanjutnya,” ujar Muzani setelah menyusuri lokasi bencana. Ia memastikan bahwa kondisi warga terdampak akan menjadi perhatian serius pihaknya di tingkat nasional.

Dalam peninjauan itu, Muzani menegaskan perlunya relokasi permanen bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni. Ahli geologi telah menyatakan bahwa tanah di area terdampak tidak lagi direkomendasikan untuk permukiman karena risiko pergerakan tanah yang masih tinggi.

Relokasi ini dianggap penting bukan hanya untuk keamanan fisik warga, tetapi juga untuk memastikan kontinuitas layanan dasar seperti pendidikan dan ibadah. Muzani mengatakan bahwa pemerintah daerah dan pusat tengah menyusun rencana hunian sementara yang aman untuk ditempati warga sampai hunian permanen tersedia.

Jumlah warga yang mengungsi akibat bencana di Padasari ini diperkirakan mencapai antara 2.500 hingga 2.800 jiwa, termasuk kelompok rentan seperti lansia, anak‑anak, dan ibu hamil. Mereka kini menempati berbagai titik pengungsian sambil menunggu proses relokasi selesai.

Selain itu, Muzani menyampaikan penghargaan kepada tim SAR, TNI, Polri, BPBD, dan relawan yang telah bekerja cepat dalam proses evakuasi sehingga jumlah korban jiwa dapat diminimalkan meskipun kerusakan material sangat besar.

Muzani juga berencana melaporkan secara langsung perkembangan penanganan bencana ini kepada Presiden untuk mempercepat respons pemerintahan pusat terhadap kebutuhan mendesak warga terdampak. Hal ini mencerminkan sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam menangani bencana besar.

Menurut data dari Badan Geologi, fenomena tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari merupakan jenis creeping atau rayapan tanah, yang dipicu oleh kombinasi kondisi geologi setempat dan curah hujan tinggi. Fenomena ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut tidak layak lagi untuk menjadi tempat permukiman.

Dampak dari fenomena ini juga mencakup kerusakan infrastruktur desa seperti jalan kabupaten, jembatan, dan fasilitas pendidikan yang ikut terdampak. Pemerintah daerah bersama tim geologi terus berupaya melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan kawasan yang benar‑benar aman bagi relokasi warga.

Musibah tanah bergerak di Desa Padasari menjadi salah satu peristiwa bencana besar yang menguji kesiapsiagaan dan ketanggapan pemerintah dalam penanganan darurat. Peninjauan langsung oleh Ketua MPR dan jajaran pemerintah menunjukkan komitmen serius untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak dalam proses pemulihan pascabencana.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.