Jakarta, Semangatnews.com – Shireen Sungkar mengungkapkan perjalanan emosional saat mengetahui putri bungsunya, Cut Shafiyyah Mecca Al Fatih, didiagnosis mengalami autisme. Meski sempat terpuruk, ia kini bertekad memberikan yang terbaik demi masa depan buah hatinya.
Shireen mengaku awalnya sulit menerima kenyataan tersebut. Ia bahkan sempat merasa dunia seolah runtuh karena belum memahami apa yang harus dilakukan setelah menerima hasil diagnosis.
Sebagai seorang ibu, ia mengaku pernah menyalahkan dirinya sendiri dan mempertanyakan banyak hal yang mungkin menjadi penyebab kondisi putrinya. Perasaan itu muncul karena besarnya rasa sayang kepada sang anak.
Namun, setelah melalui proses yang panjang, Shireen mulai belajar menerima keadaan dengan lapang dada. Ia menyadari bahwa hal terpenting bukanlah mencari penyebab, melainkan memberikan pendampingan terbaik.
Bersama sang suami, Teuku Wisnu, Shireen kemudian menyusun berbagai langkah untuk mendukung perkembangan Cut Shafiyyah, termasuk menjalani terapi secara rutin dan menciptakan lingkungan yang positif bagi anak.
Ia juga berusaha terus menambah pengetahuan mengenai autisme melalui konsultasi dengan tenaga profesional maupun berbagai sumber edukasi yang terpercaya. Langkah tersebut membantunya memahami kebutuhan putrinya dari waktu ke waktu.
Shireen berharap pengalamannya dapat memberikan semangat kepada para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar tidak menyerah dan terus mendampingi proses tumbuh kembang anak dengan penuh kasih sayang.
Menurutnya, setiap anak memiliki cara belajar dan berkembang yang berbeda. Oleh sebab itu, orang tua perlu memberikan dukungan tanpa membandingkan perkembangan anak dengan anak lain.
Ia juga menilai penerimaan keluarga menjadi fondasi utama agar anak merasa dicintai dan memiliki rasa percaya diri dalam menjalani setiap tahap perkembangannya.
Kini Shireen lebih memilih fokus menikmati setiap kemajuan yang berhasil dicapai Cut Shafiyyah. Baginya, sekecil apa pun perkembangan yang diperlihatkan sang putri merupakan anugerah yang patut disyukuri dan menjadi motivasi untuk terus berjuang bersama sebagai sebuah keluarga.(*)

