KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Basarnas Sebut Gelombang Jadi Pemicu

by

Jakarta, Semangatnews.com – Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa menyisakan duka dan pertanyaan mengenai penyebab kapal tersebut sampai terbalik. Basarnas mengungkap kapal mengalami kemiringan setelah dihantam gelombang dari sisi kanan sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan.

KM Virgo Transport 8 diketahui sedang menjalani perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika insiden terjadi. Kapal sebelumnya telah melaporkan kondisi cuaca buruk kepada pihak terkait sebelum situasi berkembang menjadi kecelakaan.

Informasi mengenai penyebab awal tersebut disampaikan Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso berdasarkan keterangan nakhoda. Menurutnya, gelombang yang menghantam lambung kanan kapal membuat posisi kapal menjadi miring.

Kondisi kapal yang awalnya miring kemudian semakin memburuk. Dalam waktu berikutnya, kapal akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa, sehingga para penumpang dan awak kapal harus berupaya menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut melibatkan jumlah penumpang yang cukup besar. Data manifes mencatat terdapat 243 orang di dalam KM Virgo Transport 8, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal.

Begitu informasi kecelakaan diterima, operasi SAR langsung dilakukan dengan mengerahkan berbagai armada. Kapal penyelamat, kapal TNI AL, kapal lainnya yang berada di sekitar lokasi, serta dukungan udara digunakan untuk mencari dan mengevakuasi korban.

Proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi laut yang tidak mudah. Tim di lapangan harus menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang yang membuat pencarian di sekitar kapal terbalik menjadi semakin menantang.

Hingga perkembangan terbaru, 108 orang telah berhasil diselamatkan. Enam orang lainnya dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 129 orang masih belum ditemukan dan menjadi sasaran utama operasi SAR.

Tim pencarian juga memperkuat operasi bawah air dengan menyiapkan personel khusus dan teknologi pendukung. Namun, kondisi laut yang masih berbahaya membuat penyelaman belum dapat dilakukan secara optimal.

Di sisi lain, cerita korban selamat menunjukkan betapa mendadaknya insiden tersebut. Ahmad Saudi menuturkan kapal tiba-tiba miring dengan cepat ketika dirinya sedang tidur, sehingga ia bersama penumpang lainnya berusaha mencari posisi aman sebelum kapal semakin tenggelam.

Penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh. Untuk sementara, Basarnas menyebut hantaman ombak dari lambung kanan sebagai faktor yang menyebabkan kapal miring, sementara pencarian terhadap 129 orang yang masih hilang terus menjadi prioritas utama.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.