SAWAHLUNTO, SEMANGATNEWS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto terus mematangkan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar rapat tim teknis untuk mempersiapkan pelaksanaan tes VO2 MAX tahap kedua di Ruang Rapat KONI Sawahlunto, Rabu (10/6/2026).
Tes VO2 MAX tahap kedua tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juni 2026, dengan lokasi pelaksanaan di Lapangan Ombilin. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur tingkat kebugaran dan kesiapan fisik atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Sawahlunto pada ajang Porprov mendatang.
Ketua Umum KONI Sawahlunto H. Jhon Reflita yang diwakili Wakil Ketua I, Boy Purbadi, menekankan pentingnya menjaga integritas dan komitmen yang telah disepakati dalam rapat pleno sebelumnya. Ia meminta seluruh tim teknis bekerja secara profesional, objektif, dan independen dalam melaksanakan tes.
“Kami meminta kepada seluruh tim teknis untuk melakukan tes VO2 MAX ini berdasarkan fakta data di lapangan nanti. Harus profesional dalam penilaian serta independen, agar kita mendapatkan hasil yang nyata dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Boy Purbadi.
Menurut Jhon Reflita hasil tes harus benar-benar mencerminkan kondisi fisik atlet yang sesungguhnya sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dalam proses seleksi menuju Porprov.
Sementara itu, Sekretaris KONI Sawahlunto, Hendri Febriyudi, menegaskan bahwa transparansi data hasil tes menjadi faktor utama dalam menentukan atlet yang layak diberangkatkan sebagai bagian dari kontingen resmi Kota Sawahlunto.
Hendri Febriyudi menyebutkan, KONI tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan data objektif yang diperoleh dari hasil pengukuran fisik atlet di lapangan.
“Hasil riil dari lapangan ini akan menjadi acuan mutlak bagi KONI untuk mengetahui kondisi fisik terkini para atlet. Data inilah yang menentukan kelayakan mereka untuk diberangkatkan sebagai bagian dari kontingen resmi pada Porprov nanti,” kata Hendri.
Di sisi lain, Koordinator Pelaksanaan VO2 MAX yang juga Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sawahlunto, Ari Pramanto, memberikan pembekalan teknis kepada jajaran tim pelaksana. Ia mengingatkan bahwa kondisi fisik merupakan fondasi utama dalam pencapaian prestasi olahraga dan tidak dapat direkayasa.
“Tim teknis harus jeli dan ketat dalam melihat kondisi fisik atlet ini. Langkah ini sangat vital untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka sebelum berlaga di Porprov. Kita hanya mencari atlet yang benar-benar siap untuk bertanding dan menyumbang medali bagi Kota Sawahlunto,” tutur Ari Pramanto. (Nova)

