Kota Payakumbuh Laksanakan Pengambilan Sertifikasi Panjat Tebing berstandar Asia Tenggara.

by -

Semangatnews Payakumbuh-Bertempat di kampus 2 UNAND Payakumbuh dilangsungkan kegiatan pengambilan sertifikasi Sport Climbing Course Level 1 South East Asia Climbing Federation (SEACF) tingkat standar Asia Tenggara, pada Selasa (5/6) malam. Kegiatan ini berlangsung selama 1 (satu) hari. Tujuan pelaksanaan kegiatan untuk mencetak para pemanjat tebing yg berstandar regional Asia Tenggara. Proses pengambilan sertifikasi ini perdana di Sumatera Barat dan dilaksanakan di kota Payakumbuh.

Keuntungan mengikuti pengambilan sertifikasi ini adalah semua peserta yang berhasil lulus akan mendapatkan sertifikat berstandar Asia Tenggara. Sehingga, pada pelatihan standar Asia Tenggara, mereka dapat ambil bagian di dalamnya. Semua peserta juga akan mendapat bahan materi kursus.

Pengambilan sertifikasi ini diikuti oleh 10 orang peserta yg berasal dari kampus di Provinsi Sumatera Barat. Dan dari 10 peserta tadi, ada 1 orang wanita yg mengikuti pengambilan sertifikasi ini. Adapun peserta nya dari kampus 2 UNAND kota Payakumbuh, Politani dan UPI-YPTK Padang. Dan kegiatan sertifikasi ini dimotori dari komunitas Mapala (mahasiswa pecinta alam) Kadupa (kampus dua Payakumbuh) Ungu Universitas Andalas.

Yg menarik nya, kepala instruktur pengambilan sertifikasi skala Asia Tenggara ini merupakan warga asli kota Payakumbuh, yakni Melda yg juga pegawai di Dinas Kominfo kota Payakumbuh. Melda menyelesaikan sertifikasi menjadi seorang instruktur kelas Internasional pada tahun 2017. Untuk instruktur kelas internasional ini baru ada di 3 wilayah di Indonesia, yakni untuk wilayah Jakarta, Bali dan Riau. Melda terdaftar sebagai instruktur untuk region daerah Riau.

Melda juga menyampaikan keinginannya pada suatu hari nanti bisa mengajar di negara tetangga,

“Selaku warga asli kota Payakumbuh, saat ini saya ingin mengembangkan bakat dan kemampuan rekan yg ada di kota Payakumbuh ini agar kemampuan mereka dapat di akui di regional Asia Tenggara dan bahkan nanti mereka saya harap dapat di perhitungkan di tingkat dunia. Serta tidak menutup kemungkinan juga nanti saya ingin dapat mengajar di negara tetangga, seperti di negara Singapura dan Thailand,” ungkap Melda.

Serta ada 2 orang instruktur pendamping, yakni Deden Wahyudin merupakan pemuda asli kota kembang Bandung, yg juga tidak kalah pengalaman nya dalam dunia panjat memanjat di Indonesia maupun di Internasional. Deden juga merupakan brand ambassador dari produk perlengkapan outdoor yakni dari brand Outdoor Pro. Dan instruktur pendamping yg lainnya merupakan Mahasiswa kampus 2 UNAND kota Payakumbuh, yakni Tri Andikal yg juga ketua di Mapala Kadupa Ungu UNAND, dan juga memiliki pengalaman yg tak bisa di anggap sebelah mata.

Pada kegiatan pengambilan sertifikasi ini di dukung dan disponsori oleh Outdoor Pro, kampus 2 UNAND kota Payakumbuh, Mapala Kadupa Ungu UNAND, Mapala-LH Blaise Pascal dan Komunitas Merah Putih Lembah Harau. (jn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.