Jakarta, Semangatnews.com – Kegaduhan politik mengguncang Madagascar setelah muncul laporan bahwa tentara elite mulai membelot dan bergabung ke barisan demonstran. Dalam waktu bersamaan, Presiden Republik itu disebut-sebut menghilang tanpa jejak di tengah krisis.
Unjuk rasa yang sebelumnya digalang oleh generasi muda dan elemen sipil kini mendapat dukungan tak terduga dari kalangan militer. Beberapa pasukan dipercaya meninggalkan pos mereka dan menyatakan solidaritas terhadap tuntutan rakyat.
Situasi makin genting ketika presiden Madagascar tak muncul di hadapan publik selama jam-jam kritis. Tak ada penampakan atau komunikasi resmi, memicu spekulasi bahwa ia tengah berada dalam kondisi krisis keamanan atau tengah disembunyikan.
Sumber internal menyebut bahwa sebagian besar pejabat tinggi militer kini sedang mengambil langkah strategis. Ada yang memilih tetap setia, namun ada pula yang mengambil posisi netral sekaligus melihat peluang dalam kekacauan ini.
Di lapangan, demonstran dan milisi pemrotes terlihat berkumpul di titik-titik strategis ibu kota. Mereka mengibarkan bendera dan meneriakkan slogan perubahan, menuntut pemerintahan dirombak dan Presiden kembali muncul atau mundur.
Langkah militer yang terlihat bergeser dianggap sebagai sinyal bahwa kudeta mungkin sudah memasuki tahap awal. Para pengamat lokal memperingatkan bahwa jika presiden terus menghilang, negara bisa terjerumus ke konflik sipil lebih dalam.
Sejumlah pejabat sipil menyampaikan bahwa panggilan darurat telah dikirim ke kedutaan asing agar memantau situasi. Beberapa negara tetangga sudah mulai menyatakan keprihatinan atas kondisi di Madagascar dan mengimbau agar konflik tidak melebar ke kawasan.
Meski banyak ketidakpastian, satu hal menjadi jelas: kekuasaan di ibukota kini retak. Rakyat menuntut agar institusi pemerintahan berjalan normal dan pemulihan demokrasi segera dilakukan. Banyak yang berharap militer tetap berada di sisi rakyat.
Para analis politik menyebut bahwa langkah pasukan elite membelot bisa menjadi faktor penentu. Jika lebih banyak unit militer bergabung ke demonstran, maka kudeta de facto bisa terjadi tanpa pertempuran terbuka.
Kini dunia menunggu kejelasan: apakah presiden akan kembali muncul dan meredam krisis, atau apakah kudeta akan segera dikukuhkan dan membawa Madagascar ke era baru yang belum diprediksi.(*)

