Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 4 Halaman 29 30 31 32 33 34 35 36, Subtema 1 Jenis-jenis Pekerjaan: Pembelajaran 4

by -
Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 4 Halaman 29 30 31 32 33 34 35 36, Subtema 1 Jenis-jenis Pekerjaan: Pembelajaran 4
Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 4 Halaman 29 30 31 32 33 34 35 36, Subtema 1 Jenis-jenis Pekerjaan: Pembelajaran 4

SEMANGATNEWS.COM – Kunci jawaban berikut membahas tentang pembelajaran 4, Subtema 1, Tema 4, untuk Kelas 4 SD/MI.

Nah, adik-adik dapat menggunakan kunci jawaban ini sebagai pedoman dalam mempelajari pelajaran 4 yang terdapat pada halaman 28 sampai 36. Pembahasan kunci jawaban terdapat pada halaman 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, dan 36.

Kunci jawaban ini merujuk pada Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017 untuk Kelas 4 SD/MI, Tema 4 Berbagai Pekerjaan, Subtema 1 Jenis-jenis Pekerjaan.

Materi untuk pembelajaran 4 ini meliputi ‘menghubungkan sikap tokoh dengan sila pertama Pancasila’, ‘memberikan pendapat tentang sikap tokoh’, ‘menemukan keliling persegi’.

Kunci jawaban berikut juga dapat berguna untuk membantu orang tua dan guru dalam mengoreksi jawaban siswa.

Nah, simaklah Kunci Jawaban Buku Tema 4 Kelas 4 Halaman 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, dan 36, Subtema 1 Pembelajaran 4 berikut ini dengan saksama!

Saat seseorang bekerja mereka harus mempunyai nilai-nilai yang baik. Jujur dan kerja keras adalah nilai yang harus dimiliki. Apa yang dimaksud jujur? Apa contohnya? Ayo, simak cerpen berikut!

Kunci Jawaban Halaman 29 30 31

Ayo Membaca

Pemimpin Idola, Pemimpin yang Jujur

Ida, temanku sebangku. Mungil, berkulit hitam manis, tidak banyak bicara, dan pandai. Ia seorang anak yang sederhana. Ayahnya sudah lama meninggal. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya.

Ida anak yang sangat pandai. Nilai-nilainya yang selalu bagus, memberinya kesempatan meneruskan sekolah tanpa biaya. Semua buku pelajaran dan perlengkapan ditanggung oleh sekolah. Ida tak pernah malu dengan kondisi keluarganya. Bahkan ia semakin rajin belajar dan terus berprestasi.

Ida juga selalu menjadi tempat bertanya jika teman-temannya mengalami kesulitan dalam pelajaran. Teman-teman memilih Ida sebagai ketua kelas. Pandai, tenang, dapat berkomunikasi dengan baik, serta mampu menjaga ketertiban kelas menjadi modal utamanya.

Hari ini, Ibu Tati mengingatkan tentang ulangan matematika. Sebagian siswa tidak siap. Termasuk Gugut, si jagoan bola, yang duduk di belakang kami. “Waduh, saya belum belajar, Bu! Kemarin saya seharian bermain bola sampai sore. Pulang ke rumah langsung tidur, Bu!” protesnya.

Ulangan tetap berlangsung. Gugut resah. Ia menengok ke kiri dan ke kanan. Tiba-tiba, ditendangnya kursi Ida dari belakang. “Ssstt..Ida! Bantu aku dong! Geser sedikit ke kiri, agar aku bisa melihat jawaban di kertas ulanganmu!” pinta Gugut.

Ida bergeming. Ia hanya menggelengkan kepala pelan, tanpa menengok ke belakang. Gugut mengganggunya lagi. “Ayo dong, Ida. Sekali ini saja. Nanti aku beri kamu uang sepuluh ribu rupiah. Kamu bisa jajan kue di kantin” rayunya.

Gugut tahu benar Ida tidak pernah jajan di kantin. Ibunya tidak memberinya bekal uang jajan. Ida selalu membawa sebungkus nasi dan lauk dari rumah. Namun, di luar dugaan Gugut, Ida tidak terusik. Sekali lagi ia menggeleng pelan. Sampai waktu berakhir, Gugut terpaksa menyerahkan kertas ulangannya dengan lunglai.

Pada waktu istirahat Ida menghampiri Gugut.

“Maaf ya, Gugut. Aku bukan tidak ingin membantumu. Menyontek dan memberi contekan kepada teman, adalah perbuatan tidak jujur. Bahkan, perbuatan tersebut bisa dianggap sebagai korupsi kecil-kecilan” katanya kepada Gugut.

“Ah, Ida. Masa menyontek sekali saja dianggap korupsi? Setahuku korupsi nilainya milyaran, dan hanya dilakukan oleh pejabat berkuasa” kata Gugut. Gugut, justru kita harus melatih diri. Korupsi dan menyontek sama-sama mengambil hak orang lain. Bernilai kecil atau besar, tetap saja tidak jujur. Kita membiasakan diri bertingkah laku lurus, mudah-mudahan ketika besar nanti kita tidak akan tergoda untuk melakukan korupsi. Dalam bentuk apapun!” Ida menambahkan dengan panjang lebar.

Aku dan teman-teman sekelas yang ikut mendengarkan percakapan Ida dan Gugut terdiam setuju. Memang tidak salah kami memilih Ida sebagai pemimpin di kelas. Tidak sekedar pandai, Ida juga patut dijadikan teladan.

Berdasarkan cerita di atas jawablah pertanyaan berikut.
1. Siapa saja tokoh pada cerita di atas?
Jawaban:
Aku, Ida, Gugut, Bu Tati, dan Teman yang lainnya.

2. Siapa yang mengikuti ulangan Matematika?
Jawaban:
Aku, Ida, Gugut, dan Teman yang lain.

3. Apa yang dilakukan oleh Gugut pada saat ulangan?
Jawaban:
Gugut berusaha mencontek dari Ida.

4. Apa yang dilakukan oleh Ida ketika Gugut meminta jawaban?
Jawaban:
Ida tidak memberikan jawaban yang diminta Gugut.

5. Mengapa Ida melakukan hal itu?
Jawaban:
Menurut ida memberikan contekan merupakan perbuatan tidak jujur.

6. Hal-hal baik apa yang bisa kamu ambil dari cerita di atas?
Jawaban:
Ketika melaksanakan ulangan kita harus jujur dan berusaha sendiri.

Sikap apa yang perlu aku contoh?

Jawaban:

Kunci Jawaban Halaman 31 dan 32

Ayo Berdiskusi

Apakah menurutmu sikap Ida sesuai dengan makna sila pertama Pancasila. Jelaskan.
Jawaban:
Ya, kita harus jujur ketika kita tidak jujur maka akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Apakah menurutmu sikap Gugut sesuai dengan makna sila pertama Pancasila. Jelaskan.
Jawaban:
Sikap gugut mencontek pada saat ulangan menunjukan dia tidak jujur dan tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila.

Andai Ida memberikan contekan.
· Apa yang akan terjadi?
Jawaban:
Kedua anak tersebut sama-sama berlaku tidak jujur dalam ulangan.

· Apa dampaknya bagi Gugut?
Jawaban:
Dengan mencontek Gugut berlaku tidak jujur dan tidak mau berusaha sendiri.

· Apa dampaknya bagi Ida?
Jawaban:
Berarti Ida sudah berlaku tidak jujur dengan memberi contekan.

· Apa dampaknya bagi guru yang mengajar?
Jawaban:
Bagi guru ulangan adalah untuk mengukur pemahaman anak, dengan saling mencontek maka tujuan dari diadakannya ulangan tidak tercapai.

Mengapa kita harus jujur?
Jawaban:
Kejujuran merupakan dasar bagi perbuatan yang lain sekali kita tidak jujur maka selanjutnya juga akan tidak jujur. Selain itu tidak jujur juga merugikan diri sendiri dan orang lain.

Apa yang akan terjadi jika kita tidak jujur?
Jawaban:
Apabila kita tidak jujur berarti kita sudah melakukan korupsi kecil-kecilan. Dengan tidak jujur kita tidak akan dipercaya oleh teman lagi.

Sila pertama mengajarkan bahwa pemeluk agama harus taat dengan aturan agamanya. Setiap agama pasti mengajarkan pemeluknya untuk berbuat jujur. Ketika kita tidak jujur, akan membawa dampak bagi diri kita dan orang lain.

Semua orang harus jujur, termasuk orang-orang yang bekerja. Benar kata Ida mungkin ketika sekolah tindakan tidak jujur adalah mencontek, ketika sudah bekerja tindakan tidak jujur bisa korupsi (mengambil hal yang bukan miliknya) .

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu sudah jujur? Ceritakan!
Jawaban:
Saya sudah besikap jujur dengan mengerjakan ulangan tanpa menyontek dengan teman atau catatan. Ini merupakan sikap jujur terhadap diri sendiri.

Kunci Jawaban Halaman 33 34 35

Ayo Mencoba

Pak Budi bekerja sebagai tukang taman. Suatu hari, Pak Budi mendapat pekerjaan untuk menanam pohon palem mengelilingi taman. Taman berbentuk persegi dengan sisi 20 m. Pak Budi menanam pohon palem dengan jarak 2 meter setiap pohon. Harga satu pohon adalah Rp50.000,00. Pak Budi menghitung semua biaya dengan jujur. Ia tidak berpikir untuk melebih-lebihkan biaya. Coba kita bantu pak Budi ya.

Keliling, Apa itu keliling? Kita akan melakukan percobaan berikut sebelum kamu menyelesaikan masalah di atas.

Amati persegi berikut!

Buatlah persegi satuan dengan panjang sisi 1 cm!
· Tutuplah salah satu sisi persegi dengan persegi satuan! Ada berapa banyak persegi satuan sepanjang salah satu sisi persegi?

Jawaban:
Ada 6 persegi.

· Tutuplah sisi persegi yang berdekatan dengan persegi satuan! Ada berapa banyak persegi satuan sepanjang sisi yang berdekatan?

Jawaban:
Ada 6 persegi

· Bagaimana hubungan antara panjang salah satu sisi dengan jumlah panjang seluruh sisi persegi?
Jawaban:
Persegi memiliki 4 sisi yang sama panjang. Jumlah panjang seluruh sisi persegi = 4 x 1 sisi persegi

· Jika jumlah panjang seluruh sisi yang membatasi persegi disebut keliling, apa yang bisa kamu simpulkan tentang keliling persegi?
Jawaban:
Keliling persegu adalah jumlah panjang seluruh sisi persegi.

· Panjang sisi persegi kita dinamakan S. Keliling dinamakan K. Tulislah rumus keliling persegi!
Jawaban:
K = 4 x s

Ya, jumlah ukuran sisi yang membatasi sebuah bangun merupakan keliling dari bangun tersebut.

Pada bangun di atas, kelilingnya adalah AB + BC + CD + DA = 6 + 6 + 6 + 6 = 24 satuan.
Sisi persegi dinamakan s, sedangkan keliling dinamakan K. Maka K = s + s + s + s atau 4 x s.

Carilah cara berbeda menemukan keliling persegi.
Jawaban:
K= 2s+ 2s

Sampaikan hasilnya kepada temanmu.

Kunci Jawaban Halaman 35 dan 36

Ayo Berlatih

1. Sebuah persegi mempunyai sisi 8 cm. Hitunglah kelilingnya!
Jawaban:
s= 8cm
K= 4 x s = 4 x 8 = 32 cm

2. Sebuah persegi mempunyai keliling 36 cm. Berapakah panjang sisinya?
Jawaban:
K= 36 cm
s= 1/4 x K = 1/4 x 36 = 9cm

3. Luas sebuah persegi 16 cm2. Hitunglah keliling persegi!
Jawaban:
L = 16 cm2
s = √L = √16 = 4 cm
K = 4 x s = 4 x 4 = 16 cm

4. Keliling sebuah persegi adalah 64 cm. Hitunglah luas persegi!
Jawaban:
K = 64 cm
s = 1/4 x K = 1/4 x 64 = 16 cm
L = s x s = 16 x 16 = 256 cm2

Sekarang kamu bantu Pak Budi untuk menghitung biaya penanaman pohonnya supaya beliau dapat menghitung dengan jujur, ya.
Jawaban:
Diketahui
Panjang sisi kebun Pak Budi yang berbentuk persegi = 20 m
Jarak antar pohon palem = 2 m
Harga satu pohon = Rp 50.000

Ditanya
Berapa jumlah biaya penanaman pohon palem Pak Budi?

Penyelesaian
Keliling kebun = 4 x s = 4 x 20 = 80 m
Jumlah pohon yang bisa ditanami = K : jarak antar pohon = 80 : 2 = 40 batang
Jumlah biaya penanaman pohon palem Pak Budi = harga 1 pohon x jumlah pohon = Rp 50.000 x 40 batang = Rp 2.000.000

Ayo Renungkaan

Nilai-nilai apa yang kita pelajari hari ini?
Jawaban:
Hari ini saya belajar tentang nilai disiplin dan tanggung jawab

Apa yang akan terjadi jika setiap orang bekerja dengan tidak jujur?
Jawaban:
Jujur merupakan sikap tulus hati, menyampaikan sesuatu apa adanya, tanpa berbohong, dan tambah dikurangi atau dilebihkan.
Apabila kita tidak bersikap jujur, kita dapat memperoleh dampak negatif yaitu:
– Hilangnya kepercayaan orang lain. Kita tidak akan dipercaya lagi oleh orang lain baik perkataan, ucapan, atau sikap kita.
– Mendapatkan permasalahan yang lebih serius di kemudian hari.
– Dapat menjadi seorang koruptor. Salah satu sikap koruptor adalah tidak jujur. Misalnya saat kecil terbiasa mengambil uang orang tua tanpa meminta izin, saat sudah besar jadi berani untuk mengambil uang perusahaan tempat bekerja tanpa izin.
– Tidak mempunyai teman. Teman kita akan menghindari kita dan tidak mau berteman lagi dengan kita.
– Tidak akan mendapatkan bantuan orang lain.

—

Kerja Sama dengan Orang Tua

Sampaikan kepada orang tuamu pentingnya sikap jujur! Mintalah pendapat mereka mengenai sikap kejujuranmu selama ini!

Jawaban:

Beberapa pentingnya sikap jujur antara lain:
– Dipercaya oleh orang lain
– Meningkatkan Percaya diri
– Disayang Allah dan orang disekitarmu
– Merasa bahagia

—

*)Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Sumber:
– Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tema 4 Berbagai Pekerjaan, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
– Buku Guru SD/MI Kelas IV Tema 4 Berbagai Pekerjaan, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(Semangatnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.