Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 4 Halaman 142 143 144, Literasi: Bacaan 1

oleh -
Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 4 Halaman 142 143 144, Literasi: Bacaan 1
Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 4 Halaman 142 143 144, Literasi: Bacaan 1

SEMANGATNEWS.COM – Adik-adik, berikut dijabarkan materi berserta kunci jawaban untuk Kelas 4 SD/MI, bacaan 1 yang mulai dari halaman 142 sampai 144.

Materi yang diuraikan berasal dari Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017.

Adapun pembahasannya meliputi ‘Indahnya Kebersamaan’.

Kunci jawaban ini dapat adik-adik jadikan sebagai pedoman dalam mempelajari Tema 7 yang berjudul Indahnya Keragaman di Negeriku, Bagian Literasi.

Indahnya Kebersamaan

Aku tinggal di Perumahan Griya Indah. Keluargaku baru dua bulan tinggal di Perumahan Griya Indah. Warga Perumahan Griya Indah ternyata sangat beragam, baik suku bangsa, agama, maupun profesi warganya. Namun, kebersamaan selalu mewarnai setiap kehidupan sehari-hari.

Sungguh kami tidak menduga kedatangan kami disambut oleh warga perumahan. Dua hari sebelum kami pindah, ayahku sudah melapor kepada ketua RW. Mungkin karena itulah kami mendapat sambutan dari warga perumahan. Ada acara sederhana menyambut kedatangan kami.

”Selamat datang Pak Hary dan keluarga. Selamat bergabung di Perumahan Griya Indah. Semoga Pak Hary dan keluarga bisa segera berbaur dengan kami, warga yang sudah lebih dahulu menjadi penghuni Perumahan Griya Indah,” sambut Pak Arif, selaku Ketua RW.

”Terima kasih, Pak. Kami sungguh tidak menyangka akan mendapat sambutan yang begitu ramah dari semua warga. Kami berjanji akan membaur menjadi warga Perumahan Griya Indah ini. Semoga kehadiran kami di sini diterima dengan baik.” Setelah itu, satu per satu para warga bersalaman dengan kami. Tidak hanya bapak-bapak dan ibu-ibu, tetapi ada juga remaja dan anak-anak yang ikut dalam penyambutan kami. Tiba-tiba saja rasa haru menyeruak dalam hati mendapat sambutan yang begitu hangat.

Hari itu juga aku berkenalan dengan beberapa teman. Ada Kemal, Entin, Bram, Tiur, Ronal, Melani, dan masih banyak lagi. Dari namanya aku menduga mereka berasal dari suku bangsa berbeda. Ternyata dugaanku tidak salah. Kemal bersuku bangsa Madura. Entin bersuku bangsa Sunda. Bram berasal dari Maluku. Tiur dari Batak. Ronal dari Minahasa. Melani seorang anak Tionghoa.

Pada hari itu juga kami menata rumah dibantu oleh para warga. Pekerjaan berat menjadi ringan dikerjakan bersama-sama. Dengan bantuan warga, rumah baru kami menjadi tertata. Semua barang sudah diletakkan di tempat yang sesuai. Kami tinggal menata perlengkapan pribadi kami masing-masing.

Di Perumahan Griya Indah ini ada sanggar seni. Anggotanya adalah para remaja dan anak-anak. Di sanggar seni ini ada kegiatan menari dan bermain musik. Ada tarian Jawa, Sunda, dan Bali yang diajarkan di sanggar seni tari. Ada angklung dan kulintang yang diajarkan di sanggar seni musik. Aku pun menjadi anggota sanggar seni. Aku memilih belajar tari Bali. Sementara itu, kakakku menjadi anggota kesenian kulintang. Kami berasal dari Jawa. Namun, kami tidak hanya ingin mempelajari budaya Jawa. Kami juga ingin mempelajari seni dari suku bangsa lain.

Selama dua bulan aku belajar tari Pendet, tarian terkenal dari Pulau Dewata. Selain aku ada beberapa teman yang belajar tari Pendet. Melani salah satunya. Aku kagum dengan Melani, ternyata ia sangat luwes menari. Kerling mata dan gerakan-gerakan tangan dan kakinya sangat indah dan serasi.

Bulan Agustus pun segera tiba. Seperti di tempat-tempat lain, warga Perumahan Griya Indah pun sibuk mempersiapkan peringatan HUT RI yang dirayakan setiap tanggal 17 Agustus. Ada beberapa kegiatan dan acara yang akan dilaksanakan di Perumahan Griya Indah. Semua warga akan terlibat dalam acara tersebut.

Puncak dari semua kegiatan itu adalah Pentas Seni dan Pesta Warga. Dalam acara tersebut akan ditampilkan berbagai kesenian yang ditekuni warga perumahan. Aku dan kakakku juga akan tampil. Aku akan menarikan tari Pendet bersama beberapa temanku. Kakakku dan teman-temannya akan memainkan musik kolintang untuk mengiringi beberapa warga menyanyi. Pesta rakyat yang dimaksud adalah makan bersama seluruh warga perumahan. Menu yang disajikan juga makanan tradisional.

Yang unik dari acara ini adalah semua warga diminta mengenakan baju adat daerah masing-masing. Berhubung keluargaku bersuku Jawa, tepatnya Jawa Tengah, keluargaku mengenakan baju adat Jawa. Keluargaku jarang mengenakan pakaian adat. Biasanya ayah dan ibu hanya mengenakan pakaian adat pada acara-acara tertentu.

Selain mengenakan pakaian adat, setiap keluarga juga diminta membawa makanan khas daerah asal. Setiap keluarga bisa membawa sendiri atau bersama-sama dengan tetangga sesuku. Keluargaku mendapat bagian membawa makanan kecil. Ibuku lalu membawa kue wajik dan sosis solo, makanan khas Jawa Tengah.

Tepat pukul 19 acara Pentas Seni dan Pesta Rakyat dimulai. Acara dibuka dengan sambutan ketua RW, kemudian dilanjutkan dengan acara pentas seni. Ada tarian, ada nyanyian, ada permainan alat musik, bahkan ada pantomim dan pembacaan puisi. Semua hiburan dibawakan oleh warga. Pada sela-sela acara, sambil menikmati pertunjukan, kami minum dan makan makanan kecil yang tersedia.

Satu demi satu kesenian telah ditampilkan. Puncak dari semua acara tersebut adalah makan malam bersama. Sebelumnya, ketua RW mengajak kami menyanyi bersama. Sambil bergandengan tangan dan diiringi musik kulintang, kami menyanyikan lagu ”Satu Nusa Satu Bangsa”. Lagu yang menggambarkan kesatuan bangsa Indonesia walaupun berbeda-beda. Berbagai perasaan berkecamuk dalam hati, antara haru, bangga, dan syukur berpadu menjadi satu. Sungguh indah perbedaan di antara kami. Betapa indahnya kebersamaan yang kami lakukan di antara berbagai perbedaan.

***

*)Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Sumber:
– Buku Guru SD/MI Kelas IV Tema 7 Kepemimpinan, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
– Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tema 7 Kepemimpinan, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(Semangatnews.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.