Jakarta, Semangatnews.com – Momen Hari Raya Idul Fitri 2026 membawa suasana haru bagi artis sekaligus politisi Wanda Hamidah. Ia merayakan Lebaran bersama tiga anaknya, namun tak bisa menyembunyikan rasa rindu terhadap putra sulungnya, Alfath Hakim.
Dalam perayaan tersebut, Wanda terlihat menjalankan salat Id bersama anak-anaknya di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Momen kebersamaan itu dibagikan melalui media sosial pribadinya.
Tiga anak yang mendampingi Wanda dalam salat Id adalah Shalima, Rakhshan, dan Malakai. Kebersamaan mereka terlihat hangat dan penuh kekhusyukan di hari kemenangan.
Namun di balik kebahagiaan tersebut, Wanda mengaku ada satu hal yang membuat perayaan Lebaran terasa belum lengkap.
Ia secara terbuka menyampaikan kerinduannya kepada sang putra sulung yang tidak hadir dalam momen tersebut. Ungkapan singkat penuh makna itu menjadi sorotan publik.
“Missing you son,” tulis Wanda dalam unggahan yang memperlihatkan sisi emosional seorang ibu di tengah perayaan Idul Fitri.
Perayaan Lebaran tahun ini juga menjadi berbeda karena Wanda memilih merayakan lebih awal dibandingkan sebagian besar masyarakat Indonesia.
Hal tersebut ia lakukan karena telah menjalankan ibadah puasa lebih dulu, sehingga menetapkan 1 Syawal lebih cepat bersama keluarganya.
Meski demikian, Wanda tetap menjalankan tradisi Lebaran seperti biasa bersama anak-anaknya, termasuk salat Id dan berkumpul dalam suasana kekeluargaan.
Setelah salat Id, ia juga mengajak anak-anaknya melakukan ziarah kubur ke makam keluarga sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat yang telah tiada.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Wanda tetap menjaga nilai-nilai spiritual dan kekeluargaan di tengah dinamika kehidupan pribadinya.
Unggahan Wanda pun langsung mendapat respons dari warganet yang turut merasakan keharuan dari momen tersebut.
Banyak yang mendoakan agar kebersamaan keluarga Wanda bisa kembali lengkap di masa mendatang.
Kisah ini menjadi potret nyata bahwa di balik kemeriahan Lebaran, tersimpan cerita-cerita emosional yang membuat makna hari raya semakin mendalam.(*)

